POJOKSATU.ID - Kementerian Agama (Kemenag) tengah melakukan seleksi terhadap 64 buku umum bertema literasi keagamaan Islam untuk diunggah ke platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski).

Proses seleksi dilakukan melalui metode peer review oleh tim yang terdiri dari akademisi, pegiat literasi, serta para ahli di lingkungan Kemenag.

Kegiatan ini dikemas dalam agenda bertajuk Review Buku Umum Keagamaan Islam, yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (10/4/2025) lalu.

Baca Juga: Banjir Bandang di Bandar Lampung Tewaskan Tiga Warga, Ribuan Rumah Rusak, Banjir Datang saat Warga Terlelap

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa tujuan utama seleksi ini adalah untuk menghadirkan referensi literasi keagamaan Islam yang berimbang—menjaga kebebasan akademik sekaligus menjunjung tinggi tanggung jawab ilmiah.

“Kehadiran negara dalam proses review ini bukan untuk membatasi kebebasan akademik, melainkan memastikan adanya ruang ilmiah yang sehat,” ujar Abu, dikutip dari website Kemenag, Senin (21/4/2025).

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Parma vs Juventus: Si Nyonya Tua Diprediksi Menang Tipis

Ditegaskannya, negara berperan menciptakan ekosistem literasi yang bertanggung jawab tanpa mengintervensi isi dan pemikiran para penulis.

Kebebasan akademik, menurutnya, harus tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik.

“Keduanya harus konsisten. Kebebasan berpikir perlu diimbangi dengan akuntabilitas ilmiah,” tambahnya.

Abu juga menjelaskan bahwa proses kurasi buku Islami ini bertujuan menjaga kualitas konten yang akan tersedia di Elipski.

Baca Juga: LINK Live Streaming dan Line Up Pertandingan Tottenham vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Duel Dua Tim dengan Misi Berbeda

Tujuannya adalah mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan serta memastikan buku-buku yang diunggah mencerminkan nilai moderasi beragama.

Ia berharap tim kurasi Kemenag dapat menjalankan tugasnya secara objektif dan proporsional.

Pemahaman yang mendalam terhadap isi buku, serta konteks sosial dan keilmuan yang melatarbelakanginya, menjadi aspek penting dalam proses ini.

Baca Juga: Kemendikdasmen Akhirnya Buka Suara Soal Kabar Pendaftaran PPG Prajabatan Dibuka Bulan April Tahun 2025? Begini Penjelasannya!

“Ini langkah strategis untuk memastikan literasi keagamaan Islam yang inklusif, moderat, dan berbasis keilmuan,” pungkas Abu. ***