POJOKSATU.id - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan berempati, Kantor Kemenag Kota Pekalongan menggelar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM).

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 20-23 Oktober 2025, di MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan.

Sebanyak 232 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan guru jenjang RA, MI, MTs, dan MA se-Kota Pekalongan mengikuti kegiatan tersebut.

Pelaksanaannya dibagi dua tahap: RA dan MI pada 20-21 Oktober, sedangkan MTs dan MA pada 22-23 Oktober 2025.

Baca Juga: Kado Indah Hari Santri 2025, SMA Ar Rohmah Dau Raih Juara DBL 2025

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari kalangan profesional dan praktisi pendidikan, di antaranya pengawas madrasah Kankemenag Kota Pekalongan, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, serta Kepala MAN Insan Cendekia Pekalongan.

Materi yang diberikan berfokus pada konsep dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan harmoni dalam pembelajaran, serta strategi Pembelajaran Mendalam yang mengedepankan pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan pembentukan karakter.

Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, menyampaikan bahwa kedua kurikulum ini memiliki tujuan yang sama yaitu mencetak insan pembelajar yang berkarakter penuh kasih, toleran, dan berintegritas tinggi.

Baca Juga: Ratusan Warga Cilegon Blokade Jalan di Depan PLTU Suralaya, Desak Hutama Karya Lunasi Pembayaran Proyek

“Kedua kurikulum ini sama-sama menumbuhkan budaya kasih sayang, integritas, dan sikap moderat pada anak-anak kita.”

“Harapannya, para guru dapat memahami metode pembelajaran baru ini sehingga materi yang disampaikan tidak hanya membangun intelektual, tetapi juga memperkuat akhlak peserta didik,” ungkap Kasiman.

Ia juga menegaskan peran penting guru sebagai figur teladan yang menanamkan nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

Menurutnya, pendidikan sejati tidak boleh berhenti di ranah kognitif, tetapi harus menyentuh sisi afektif dan moral siswa.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pekalongan, Jaelani, menuturkan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari program pengembangan profesionalisme guru di bawah Kementerian Agama.

Baca Juga: Tamba dan Kumara Law Offices Buka Lowongan untuk Posisi Trainee dan Junior Associate

“Pembekalan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang paripurna, insan kamil, yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas dan empati sosial yang kuat,” ujarnya.

Jaelani menambahkan, Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, penuh kasih, dan berpusat pada peserta didik, dengan menumbuhkan cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Antusiasme para guru tampak jelas selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi teori, diskusi kelompok, hingga simulasi pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan hasil bimtek di madrasah masing-masing secara lebih kreatif dan kontekstual.

Program ini menjadi langkah konkret Kemenag Kota Pekalongan dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai kasih.

“Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Pekalongan,” pungkas Kasiman.