POJOKSATU.id - Kementerian Agama (Kemenag) akan menguji kemampuan membaca kitab suci bagi calon guru agama Sekolah Rakyat. Tes ini menjadi salah satu materi wawancara dalam proses seleksi untuk memastikan calon guru memiliki kompetensi keagamaan sesuai dengan agama yang diajarkan.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di kantor pusat Kemenag, Jakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan ini melibatkan perwakilan Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Hindu, Ditjen Bimas Buddha, Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu, serta Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenag.
Rapat tersebut juga diikuti tim dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
3 Tahap Seleksi Calon Guru Agama Sekolah Rakyat
Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag M. Munir menjelaskan, seleksi calon guru agama Sekolah Rakyat terdiri atas tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, tes berbasis komputer atau Computer-Assisted Test (CAT), dan wawancara.
Dalam tahap wawancara, terdapat dua aspek utama yang akan dinilai, yaitu kemampuan membaca kitab suci serta pemahaman keagamaan dan komitmen kebangsaan.
"Guru agama ASN pada sekolah harus diuji kemampuan baca kitab sucinya. Kalau Islam, ya harus bisa baca Al-Qur'an. Survey yang kita lakukan tahun lalu menunjukkan bahwa hanya 12% dari toral guru PAI se-Indonesia yang mahir membaca Al-Qur'an.
Untuk Sekolah Rakyat, kita jangan sampai kecolongan lagi," jelas M. Munir dalam laman Kemenag dikutip Jumat (16/10/2026).
Menurut Munir, kemampuan membaca kitab suci menjadi kompetensi penting bagi guru agama. Karena itu, calon guru harus memenuhi standar kemampuan membaca kitab suci sesuai agama yang diajarkan.
Selain kompetensi tersebut, calon guru juga dituntut memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Kemenag turut memastikan kesiapan teknis pelaksanaan wawancara, mulai dari instrumen penilaian, tim penguji, hingga sistem aplikasi yang digunakan.
Koordinasi juga diperlukan untuk memastikan integrasi data antara BKN, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA), serta jaringan server yang melibatkan pengembang teknologi informasi dan Pusdatin Kemenag.
Gaji Guru PPPK Sekolah Rakyat 2026
Calon guru yang dinyatakan lolos seleksi akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Besaran gaji pokok PPPK diatur melalui ketentuan penggajian yang berlaku. Nominalnya berbeda berdasarkan golongan, masa kerja, dan ketentuan penetapan gaji.
Berikut rentang gaji pokok PPPK berdasarkan golongan yang tercantum dalam materi sumber:
Golongan I: Rp1.938.500-Rp2.900.900
Golongan II: Rp2.116.900-Rp3.071.200
Golongan III: Rp2.206.500-Rp3.201.200
Golongan IV: Rp2.299.800-Rp3.336.600
Golongan V: Rp2.511.500-Rp4.189.900
Golongan VI: Rp2.742.800-Rp4.367.100
Golongan VII: Rp2.858.800-Rp4.551.100
Golongan VIII: Rp2.979.700-Rp4.744.400
Golongan IX: Rp3.203.600-Rp5.261.500
Golongan X: Rp3.339.600-Rp5.484.000
Golongan XI: Rp3.480.300-Rp5.716.000
Golongan XII: Rp3.627.500-Rp5.957.800
Golongan XIII: Rp3.781.000-Rp6.209.800
Golongan XIV: Rp3.940.900-Rp6.472.500
Golongan XV: Rp4.107.600-Rp6.746.200
Golongan XVI: Rp4.281.400-Rp7.031.600
Golongan XVII: Rp4.462.500-Rp7.329.900
Perlu diperhatikan, daftar tersebut merupakan rentang gaji pokok berdasarkan golongan PPPK, bukan kepastian nominal yang akan diterima setiap guru Sekolah Rakyat. Golongan dan masa kerja yang ditetapkan dalam pengangkatan akan memengaruhi besaran gaji.
Tunjangan Guru PPPK Sekolah Rakyat
Selain gaji pokok, PPPK dapat memperoleh tunjangan sesuai status kepegawaian, jabatan, dan ketentuan yang berlaku.
Jenis tunjangan yang tercantum dalam materi sumber meliputi:
Tunjangan keluarga.
Tunjangan pangan.
Tunjangan jabatan struktural.
Tunjangan jabatan fungsional.
Tunjangan lainnya sesuai ketentuan.
Tidak semua tunjangan tersebut otomatis diterima setiap guru. Pemberiannya bergantung pada persyaratan dan jenis jabatan yang dimiliki.
Tunjangan juga dapat dikenai pajak penghasilan sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, total penghasilan yang diterima guru PPPK dapat berbeda meskipun berada dalam golongan yang sama.
Kompetensi Keagamaan Jadi Perhatian
Rencana tes membaca kitab suci menunjukkan bahwa seleksi guru agama Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
Kemampuan membaca kitab suci, pemahaman keagamaan yang moderat, dan komitmen kebangsaan juga menjadi perhatian dalam proses rekrutmen.
Bagi calon guru, tahapan seleksi ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kompetensi profesional sekaligus kesiapan mendampingi peserta didik dalam pendidikan agama.
Pada akhirnya, kualitas guru agama tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan materi di ruang kelas, tetapi juga oleh pemahaman, keteladanan, dan nilai-nilai yang ditanamkan kepada peserta didik. ***



