POJOKSATU.id—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memperkuat kolaborasi strategis antarperguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), industri, serta berbagai organisasi terkait.
Rakor yang digelar di Gedung D lantai 2, Kemendiktisaintek, Jakarta pada Agustus 2025 ini dihadiri oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Banten.
Untirta hadir dengan diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Alfirano, ST., MT., Ph.D., serta Ketua Pokja Kerja Sama, Nurrochmah, ST., M.Pd.
Kehadiran ini menjadi bukti komitmen Untirta dalam mendukung penguatan kerja sama pendidikan tinggi yang berdampak nyata, sejalan dengan visi Kampus Berdampak.
Rakor yang digelar di Gedung D lantai 2, Kemendiktisaintek, Jakarta pada Agustus 2025 ini dihadiri oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Banten.
Untirta hadir dengan diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Alfirano, ST., MT., Ph.D., serta Ketua Pokja Kerja Sama, Nurrochmah, ST., M.Pd.
Kehadiran ini menjadi bukti komitmen Untirta dalam mendukung penguatan kerja sama pendidikan tinggi yang berdampak nyata, sejalan dengan visi Kampus Berdampak.
Baca Juga: Warga Jeru Siap Go Digital? Mahasiswa UB Hadirkan Website, Video Profil, dan Katalog UMKM
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan Rakor ini merupakan wujud dari visi “Diktisaintek Berdampak”.
Rakor bukan hanya sekadar forum administrasi, melainkan menjadi ruang bagi perguruan tinggi dan mitra strategis untuk membangun ekosistem kolaborasi jangka panjang yang memberikan kontribusi bagi bangsa.
Agenda utama Rakor ini adalah sosialisasi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2025.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan Rakor ini merupakan wujud dari visi “Diktisaintek Berdampak”.
Rakor bukan hanya sekadar forum administrasi, melainkan menjadi ruang bagi perguruan tinggi dan mitra strategis untuk membangun ekosistem kolaborasi jangka panjang yang memberikan kontribusi bagi bangsa.
Agenda utama Rakor ini adalah sosialisasi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2025.
Ajang ini diharapkan mendorong semangat kompetisi positif dan memperkuat peran unit kerja sama di perguruan tinggi.
Sebagai penunjang, Kemdiktisaintek juga menerbitkan Buku Panduan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025, yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta memperluas kerja sama lintas sektor, baik nasional maupun internasional.
Sebagai penunjang, Kemdiktisaintek juga menerbitkan Buku Panduan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025, yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta memperluas kerja sama lintas sektor, baik nasional maupun internasional.
Baca Juga: Pemberdayaan Masyarakat, UNP Ajak Warga Nagari Salayo Berkolaborasi Wujudkan Desa Tangguh Bencana, Luar Biasa, Nih!
Tema besar yang diusung adalah “Diktisaintek Berdampak dalam Mendukung Asta Cita”.
Tema besar yang diusung adalah “Diktisaintek Berdampak dalam Mendukung Asta Cita”.
Fokusnya mencakup Asta Cita 2 (pertahanan keamanan dan kemandirian bangsa), Asta Cita 4 (pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan), serta Asta Cita 5 (hilirisasi dan industrialisasi).
Kategori yang diperlombakan dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025 ini terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Perguruan Tinggi: Kerja Sama Internasional Terbaik, Kerja Sama Industri Terbaik, Kerja Sama Pemerintah/LSM Terbaik, dan Pengelolaan Laporan Kerja Sama (LAPORKERMA) Terbaik.
Kategori yang diperlombakan dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025 ini terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Perguruan Tinggi: Kerja Sama Internasional Terbaik, Kerja Sama Industri Terbaik, Kerja Sama Pemerintah/LSM Terbaik, dan Pengelolaan Laporan Kerja Sama (LAPORKERMA) Terbaik.
2. LLDikti: Penguatan/Fasilitasi Kerja Sama Terbaik.
3. Industri: Industri Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi Terbaik.
Peserta yang bisa mengikuti kompetisi ini mencakup Universitas dan Institut Negeri (baik berbadan hukum, BLU, maupun Satker), Politeknik Negeri, Akademi Komunitas Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, serta LLDikti.
Peserta yang bisa mengikuti kompetisi ini mencakup Universitas dan Institut Negeri (baik berbadan hukum, BLU, maupun Satker), Politeknik Negeri, Akademi Komunitas Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, serta LLDikti.
Baca Juga: FAKTA BAHASA: Tahukah Kamu, Kata 'Enggak' Sudah Masuk KBBI? Simak Ragam Cakap Lain yang Ternyata Resmi Terdaftar!
Melalui Rakor ini, Kemdiktisaintek berharap dapat menggerakkan ekosistem kolaborasi yang lebih berdampak, membuka peluang inovasi, memperkuat riset, dan menghadirkan kontribusi nyata dari pendidikan tinggi bagi kemajuan bangsa.
Melalui Rakor ini, Kemdiktisaintek berharap dapat menggerakkan ekosistem kolaborasi yang lebih berdampak, membuka peluang inovasi, memperkuat riset, dan menghadirkan kontribusi nyata dari pendidikan tinggi bagi kemajuan bangsa.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:



