POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan peningkatan pendanaan untuk pengujian produk riset pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat hilirisasi riset nasional agar hasil penelitian kampus dapat benar-benar dimanfaatkan oleh industri.
Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso menjelaskan, peningkatan dana ini dilakukan untuk mempercepat komersialisasi riset dari kampus ke dunia usaha.
“Tahun ini pendanaan maksimal sekitar Rp65 juta, tapi tahun depan kami naikkan jadi Rp150 juta per usulan,” kata Yos dalam peluncuran Program Riset Prioritas di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Menurut Yos, peningkatan dana tersebut juga diikuti oleh penambahan total anggaran kegiatan hilirisasi.
“Kalau dulu dana totalnya Rp22,4 miliar, tahun depan menjadi Rp50 miliar,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus Mahasiswa Unud, Komisi X DPR Desak Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan
Ia menambahkan, pendanaan ini akan difokuskan untuk memperkuat tahap pengujian produk hasil riset perguruan tinggi agar siap masuk ke pasar.
“Kami ingin riset di kampus tidak berhenti di laboratorium,” ucapnya.
Yos juga menegaskan bahwa Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan berperan penting sebagai penghubung antara kampus dan dunia industri.
Baca Juga: PKK Cilowong Jadi Inspirasi, Ketua PKK Banten Tinjau Langsung Program Unggulan
“Kami di Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan fungsinya untuk menjembatani antara riset dan komersialisasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menilai bahwa pendanaan riset ke depan harus diarahkan pada kolaborasi multipihak.
“Riset berdampak hanya bisa dicapai melalui kemitraan dengan berbagai pihak,” ungkap Fauzan.
Baca Juga: Horee! Tahun Depan Tunjangan Guru Honorer Naik, Ditransfer Lansung Tiap Bulan
Ia menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan industri menjadi kunci agar riset tidak berhenti di tahap prototipe.
“Kita perlu mendorong riset terapan agar hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Fauzan juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp3 triliun untuk mendukung riset prioritas nasional di berbagai bidang.
Baca Juga: Optimalisasi Kinerja OPD, Pemprov Sumut Tata Ulang Struktur Menyeluruh
“Pendanaan ini diharapkan memperkuat ekosistem riset yang berdampak dan berkelanjutan,” katanya.
Langkah peningkatan pendanaan ini diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi riset Indonesia, memperkuat daya saing kampus, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara peneliti dan industri. ***




