POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran Indonesia Sports Summit (ISS) 2025.

Bahkan, kementerian siap memperkuat ekosistem olahraga kampus melalui kolaborasi lintas sektor demi memajukan pembinaan atlet di Indonesia.

Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman menyebut ada tiga fokus besar yang ingin dikembangkan.

"Melalui ISS ini kami dari Kemdiktisaintek mendukung paling tidak ada tiga hal, yakni bagaimana kita meningkatkan proses pembinaan atlet melalui kampus agar masuk dalam ekosistem olahraga dengan kolaborasi," ujarnya saat berbicara dalam talkshow ISS 2025 bertajuk 'Sport and Education: Building The Next Generation of Athlete' di Indonesia Arena GBK Senayan, Jakarta, Minggu, 7 Desember 2025.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! PKH Tahap 4 Rp750 Ribu Sudah Tumpah di KKS Lama, Pemegang Kartu Baru Cek Tanggal Keramat 1-10 Desember!

Menurutnya, selama ini jalur karier atlet cenderung satu arah. Pihaknya ingin membuka ruang dua jalur, yakni atlet dapat berkembang lewat klub sekaligus berkembang secara akademik melalui kampus.

"Jadi dual karier atlet ini ingin kita tumbuh kembangkan dengan memudahkan salah satunya dengan memberikan beasiswa atlet. Jadi bisa memilih bidang-bidang yang sesuai dengan minat atlet itu sendiri. Jadi masa depan atlet akan lebih baik," katanya.

Ia menegaskan integrasi pembinaan atlet di kampus dengan pendekatan presisi akan menjadi langkah strategis.

Selain itu, pengembangan sport science juga menjadi agenda penting. Kemdiktisaintek ingin mendorong riset berbasis teknologi, mulai dari material pakaian olahraga, teknik latihan, hingga perangkat analitik.

Baca Juga: Mengenal Tes SAT untuk Kuliah Luar Negeri, Panduan Lengkap bagi Pelajar Indonesia

"Kami membuka berbagai peluang dan riset-riset dibidang fisiologi. Kita membangun agar bisa betul-betul di mengerti dan mengoptimalkan fisiologi orang Indonesia yang memiliki variasi dan keanekaragaman," jelasnya.

Dorongan untuk Indonesia Emas 2045

Fauzan menilai pendidikan atlet dan pendidikan kepemimpinan muda memiliki benang merah besar, terlebih jelang bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045.

"Kita ingin Indonesia Emas di tahun 2045 dan 2044 akan ada Olimpiade. Jadi bagaimana kita bangun dengan baik setidaknya 20 tahun kedepan, ujarnya.

Baca Juga: GEMPAR! BLT Kesra Rp900 Ribu Akhirnya Tumpah di Kabupaten Bandung, Cileunyi dan Pacet Pesta Konfirmasi Duluan!

Tak hanya dari sisi teknologi, pengembangan psikologi dan mental atlet juga menjadi prioritas. Kemdiktisaintek ingin memastikan atlet dibina sebagai sosok berkarakter kuat sekaligus memiliki kemampuan kepemimpinan.

Perluasan Sistem Kompetisi Atlet Muda

Fauzan menambahkan pentingnya memperluas sistem kompetisi bukan hanya di level mahasiswa, tetapi sejak pra-kampus.

"Kita juga akan kembangkan kompetisinya sebelum masuk kampus dan hubungannya bisa dikembangkan diagnosis yang baik supaya atlet bisa dari awal sudah tahu, bisa bertanding dimana levelnya nasional atau internasional," katanya.

Ia menegaskan seluruh upaya ini dibangun melalui satu kata kunci: kolaborasi.

Menurutnya, pembinaan atlet, inovasi teknologi, sport science, hingga ekosistem kompetisi tidak bisa berjalan sendiri.

Baca Juga: Statistik Timpang Jelang Inter Milan vs Liverpool, Siapa Favorit Pemenang?

"Kami berupaya membangun pembinaan, inovasi teknologi, sport science dan juga ekosistem untuk kompetisi bekerjasama dengan Kemenpora, pemerintah daerah untuk beasiswa atlet dengan standar yang lebih baik lagi dan juga menggandeng industri olahraga," tuturnya.

Potensi Besar Pembinaan Atlet di Kampus

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, melihat potensi kampus sebagai pusat pembinaan atlet masa depan sangat besar.

Terlebih menjelang Indonesia Emas 2045, pembenahan dari hulu ke hilir perlu terus dilakukan.

"Salah satunya di kompetisi ya, kalau konsisten akam pasti lebih baik, kemudian pembentukan SDM yang lebih baik," jelasnya.

"Per hari ini saja sudah lebih dari 20 kampus dengan beasiswa di bola basket dan itu baru di basket. Jadi melalui roadmap saya yakin ke depan potensi ini masih sangat besar sekali," ujar Junas. ***