POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Program Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Kemitraan Pendanaan (Co-Funding) Tahun 2026.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah dan perguruan tinggi mitra.

Melalui program tersebut, pembiayaan studi doktor (S3) dilakukan secara co-funding antara Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek dengan perguruan tinggi mitra.

Dosen yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri melalui skema reguler, joint degree, atau dual degree.

Baca Juga: Tarif PNBP Kementerian Hukum 2026 Naik, Merek UMKM Tetap Murah dan Hak Cipta Lagu Rp0

Plt. Kepala PPAPT Kemdiktisaintek, Prof. Eng. Sandro Mihradi, dalam kata pengantar Buku Panduan BPDDI Kemitraan Pendanaan 2026 menyebutkan program ini menjadi salah satu inovasi layanan pembiayaan pendidikan tinggi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

BPDDI Kemitraan menyasar dosen pada perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS), yang memperoleh dukungan pembiayaan bersama dari perguruan tinggi atau instansi asal.

Program BPDDI Kemitraan memiliki empat tujuan utama, yakni memberikan akses layanan pembiayaan pendidikan tinggi bagi dosen, meningkatkan kualifikasi akademik dosen, menambah jumlah dosen bergelar doktor di Indonesia, serta mengembangkan inovasi layanan pembiayaan melalui kemitraan pendanaan dengan perguruan tinggi.

Adapun komponen pendanaan yang ditanggung PPAPT meliputi dana hidup bulanan sebesar Rp4,5 juta hingga Rp5 juta per bulan.

Baca Juga: Cara Agar Kuota Internet Tidak Hangus, Ini Paket Rollover Telkomsel, IM3, dan XLSmart

Kemudian, biaya transportasi kedatangan dan kepulangan satu kali selama masa studi, dana kedatangan atau settlement allowance sebesar dua bulan dana hidup, serta insentif publikasi jurnal internasional. Insentif publikasi diberikan sebesar Rp25 juta untuk jurnal Q1, Rp15 juta untuk Q2, dan Rp10 juta untuk Q3.

Sementara itu, perguruan tinggi mitra bertanggung jawab atas biaya pendidikan, biaya pendaftaran, dana penelitian atau disertasi sebesar Rp30 juta per tahun mulai tahun kedua, asuransi kesehatan untuk skema joint atau dual degree, visa, hingga dana force majeure.

Persyaratan

Untuk dapat mengikuti program ini, kandidat harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berstatus dosen tetap atau tidak tetap yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Pendaftar harus memenuhi batas usia maksimal 57 tahun bagi dosen yang masih menjalankan jabatan fungsional dan 53 tahun bagi yang meninggalkan jabatan fungsional per 31 Desember 2026.

Baca Juga: Penyebab Air Danau Toba Terus Menyusut, BRIN Ungkap Dampaknya bagi Lingkungan dan Ekonomi

Selain itu, calon penerima tidak boleh sedang menempuh pendidikan lain, tidak menerima pendanaan ganda dari beasiswa lain pada komponen yang sama.

Lalu, telah memperoleh Surat Keterangan Diterima Tanpa Syarat atau Unconditional Letter of Acceptance (LoA) pada semester gasal tahun akademik 2026/2027 di perguruan tinggi tujuan yang memenuhi ketentuan program.

Khusus bagi dosen tidak tetap, perguruan tinggi asal diwajibkan membuat surat perjanjian yang menyatakan dosen tersebut akan tetap bekerja sesuai masa ikatan dinas yang ditetapkan.

Jadwal

Berdasarkan jadwal resmi, penawaran program telah dimulai pada 23 Juli 2026. Selanjutnya, sosialisasi dan penyamaan persepsi dilaksanakan pada 24 Juli 2026, sedangkan penyusunan dan pengiriman proposal dilakukan pada 24 hingga 31 Juli 2026.

Baca Juga: 50 Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Lanjut SMA/SMK 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Tahap review administrasi berlangsung pada 1–6 Agustus 2026, seleksi substansi proposal pada 10–11 Agustus 2026, dan penetapan perguruan tinggi mitra dijadwalkan pada 14 Agustus 2026.

Proposal BPDDI Kemitraan Pendanaan dikirimkan melalui surat elektronik ke [email protected] dengan subjek “Pengajuan Proposal BPDDI Kemitraan Pendanaan 2026_Nama PT”.

Kemdiktisaintek juga mengimbau seluruh perguruan tinggi di bawah koordinasinya untuk menyebarluaskan informasi ini dan mendorong partisipasi aktif dalam pengembangan kemitraan pendanaan pendidikan tinggi di Indonesia.

Untuk informasi lengkap terkait Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia Kemitraan Pendanaan (Co-Funding) bisa dilihat melalui link berikut Papan PDDI 2026 . ***