POJOKSATU.id — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) tahun 2025, tim Wheffens Company yang diketuai Riandri Pasccal Saputra berhasil menghadirkan SunWhey, inovasi sheet mask ramah lingkungan berbahan nata de whey dengan tambahan nano kolagen ceker ayam broiler.

Nano kolagen ini mengandung peptida RGD (Arg-Gly-Asp) dan non-RGD yang mampu memfasilitasi migrasi, adhesi, proliferasi, dan diferensiasi sel kulit. Ditambah ekstrak ampas kopi robusta, SunWhey mampu meningkatkan efektivitas dalam mencegah gejala penuaan dini.

Baca Juga: Sultan Najamudin Dukung Pidato Presiden Prabowo, Sejalan dengan Tugas Konstitusi DPD RI dan Perjuangkan Kepentingan Daerah


Produk ini lahir dari kepedulian mahasiswa IPB terhadap isu lingkungan dan tren kecantikan yang semakin menuntut bahan alami.

Keunggulan SunWhey terletak pada formulanya yang aman bagi kulit, terutama kulit sensitif, karena tidak menimbulkan kemerahan atau iritasi.

Kombinasi bahan alami berkualitas tinggi menjadikannya solusi kecantikan yang sejalan dengan prinsip ramah lingkungan.

Data dari Data Science Art Communication tahun 2018 mencatat bahwa skincare mendominasi pasar kosmetik dan personal care di Indonesia dengan nilai lebih dari 2 miliar USD.

Sementara itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumen, terutama milenial dan gen Z, bersedia membayar lebih untuk produk yang aman dan berkelanjutan.

Baca Juga: Napak Tilas Sejarah di Rengasdengklok Karawang, Ratusan Warga Ikut Serta

Fakta ini semakin memotivasi tim Wheffens Company untuk menciptakan SunWhey.


Potensi pasar SunWhey diperkuat dengan survei internal yang dilakukan tim, di mana 71 dari 82 responden menyatakan bersedia membeli produk ini.

Persebaran responden yang luas, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Bandar Lampung, Palembang, OKU Selatan, hingga Banjarmasin, membuktikan bahwa SunWhey memiliki pasar yang beragam dan prospektif.

Lebih dari sekadar produk kecantikan, SunWhey menjadi solusi dalam mengelola produk sampingan industri.

Ceker ayam yang selama ini kurang diminati, ternyata mampu diolah menjadi nano kolagen bernilai tinggi.

Begitu pula nata de whey dan ampas kopi robusta yang sebelumnya dianggap limbah, kini diubah menjadi bahan baku kosmetik bernilai tambah.


Pendekatan hilirisasi inovatif ini menciptakan keuntungan ganda, baik bagi konsumen yang peduli lingkungan maupun produsen yang ingin memaksimalkan potensi bahan baku.

Baca Juga: Gaspol di Mandalika! Astra Honda dan CBR Series Siap Rayakan Merdeka dengan Kemenangan

Riandri Pasccal Saputra menegaskan, "Kami percaya bahwa kecantikan sejati hadir saat inovasi berpadu dengan kepedulian terhadap bumi."

Kehadiran SunWhey menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi.

Dengan dukungan penelitian yang kuat, potensi pasar yang besar, dan semangat keberlanjutan, SunWhey berpeluang besar menjadi produk unggulan yang mengharumkan nama IPB dan Indonesia di industri kecantikan nasional. ***