POJOKSATU.id - IPB University terus memperkuat komitmennya dalam mencetak agripreneur muda melalui Kelas Komoditas Ayam Petelur, salah satu program dalam Sekolah Komoditas yang digagas oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University.

Program ini melibatkan peserta dari berbagai kalangan masyarakat serta mahasiswa lintas program studi yang ingin memperdalam pengetahuan sekaligus keterampilan di bidang peternakan unggas.

Melalui pendekatan yang memadukan teori dan praktik lapangan, peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya ayam petelur serta pengelolaan usaha peternakan agar mampu menghasilkan bisnis yang produktif, efisien, dan berdaya saing.

Baca Juga: 13 Juli Ditetapkan Hari Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ini Kata Fadli Zon

Program ini juga menjadi wujud komitmen IPB University dalam mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menguasai aspek teknis peternakan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan di sektor agribisnis.

Hari pertama kegiatan diisi dengan tiga sesi pembelajaran yang dipandu oleh Hadi dan Dian.

Materi diawali dengan pengenalan industri ayam petelur di Indonesia yang membahas peluang usaha, tantangan yang dihadapi pelaku industri, hingga prospek pengembangan komoditas unggas pada masa mendatang.

Baca Juga: Hasil PISA 2025 Diumumkan Akhir 2026, Kemendikdasmen Akui Literasi dan Numerasi Siswa Indonesia Masih Jadi Tantangan

Selanjutnya, peserta mempelajari teknik pemeliharaan ayam petelur, mulai dari manajemen kandang, pemeliharaan kesehatan ternak, hingga penerapan praktik budidaya yang baik untuk mendukung produktivitas.

Materi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai manajemen pakan dan nutrisi sebagai faktor utama dalam meningkatkan produksi telur sekaligus menjaga efisiensi biaya usaha.

"Keberhasilan usaha ayam petelur tidak hanya ditentukan oleh jumlah populasi ternak, tetapi juga oleh penerapan manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan yang tepat.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan PSPB, Ajak Dunia Usaha, Kampus hingga Masyarakat Gotong Royong Tingkatkan Mutu Pendidikan

Efisiensi produksi menjadi kunci agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Hadi.

Setelah mengikuti pembelajaran di kelas, peserta melaksanakan praktik lapangan di kandang ayam Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University.

Dalam sesi ini, peserta mengamati secara langsung penerapan manajemen pemeliharaan ayam petelur, mulai dari sistem kandang, pemberian pakan, pengelolaan lingkungan, hingga proses pemantauan kondisi ternak.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai keterkaitan antara teori dan praktik di lapangan, sehingga peserta dapat memahami penerapan standar budidaya yang baik dalam kegiatan usaha peternakan modern.

Baca Juga: Said Iqbal Sebut Demo Buruh Kamis Nanti Sasar Kemenkeu, Minta Menkeu Purbaya Bersedia Dialog

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan Dian mengenai analisis kelayakan usaha dan pengelolaan risiko bisnis ayam petelur.

Peserta diajak memahami cara menyusun perencanaan usaha, menghitung kebutuhan investasi, memperkirakan biaya produksi dan potensi keuntungan, serta mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlanjutan usaha peternakan.

Menurut Dian, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap aspek bisnis agar usaha peternakan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing.

Baca Juga: Roy Suryo Senang Polda Metro Divonis Hakim Tak Sah Menangkapnya, Ini Babak Baru Hukum Kita

"Agripreneur di bidang peternakan harus mampu melihat usaha ayam petelur sebagai sebuah sistem bisnis.

Selain menguasai teknik budidaya, pelaku usaha juga perlu memahami perencanaan keuangan, efisiensi produksi, dan strategi menghadapi risiko agar usahanya memiliki daya saing," jelasnya.

Melalui perpaduan pembelajaran teori dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh, mulai dari aspek teknis pemeliharaan hingga strategi pengembangan usaha ayam petelur.

Baca Juga: Heboh, Istri dan Anak Menteri PU Dody Hanggodo Ikut Dinas ke AS Pakai APBN, Ini Tanggapan Sekjen

Sekolah Komoditas Unggas diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang melahirkan agripreneur muda dengan kompetensi teknis dan manajerial yang kuat.

Ketika semakin banyak generasi muda berani terjun ke sektor peternakan dengan bekal ilmu, inovasi, dan semangat berwirausaha, masa depan industri unggas Indonesia akan semakin kokoh.

Dari ruang belajar hingga kandang peternakan, setiap pengetahuan yang diterapkan berpotensi menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi ipb. ***