POJOKSATU.ID - Pemerintah saat ini tengah memprioritaskan penyelesaian proyek pembangunan Gedung Sekolah Rakyat permanen tahap dua di 93 titik yang tersebar di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh proses konstruksi tahap dua tersebut dapat rampung sepenuhnya pada bulan Juni tahun ini.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk membuat seluruh titik pembangunan tersebut berfungsi optimal.

Meski demikian, pihak kementerian mengakui adanya sejumlah hambatan yang cukup berat dalam pelaksanaan proyek di lapangan.

Baca Juga: Menolak Lupa Sejarah: Mengapa 1 Juni Diperingati Hari Lahir Pancasila?

Dari total target yang ada, saat ini masih terdapat lima titik pembangunan yang statusnya masuk ke dalam zona merah.

Kategori zona merah ini disebabkan oleh beberapa faktor krusial, salah satunya adalah masalah arus kas yang terhambat akibat lambatnya progres kerja.

Masalah kelangkaan dan kapasitas sumber daya manusia di lokasi proyek juga menjadi kendala utama yang memperlambat penyelesaian fisik bangunan.

Kendati demikian, Menteri Pekerjaan Umum tetap menaruh harapan besar agar minimal 88 titik dapat selesai tepat waktu, atau bahkan seluruhnya jika memungkinkan.

Baca Juga: Rekening Merah di Info GTK? Ini Penyebab dan Solusi Agar Pencairan TPG Tidak Terhambat

Di samping menyelesaikan tahap dua, Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah mulai bergerak simultan untuk melaksanakan pembangunan tahap ketiga.

Proyek tahap ketiga ini sengaja dibagi menjadi tiga sub-tahap, yakni tahap tiga A, tiga B, dan tiga C yang disesuaikan dengan kesiapan masing-masing lahan.

Untuk tahap tiga A yang mencakup 7 titik serta tahap tiga B sebanyak 11 titik memiliki target penyelesaian pada Desember 2026.

Sementara itu, tahap tiga C yang memiliki porsi terbesar dengan total 89 titik ditargetkan rampung paling lambat pada awal Juni 2027.

Agar target jangka panjang ini tercapai, pemenuhan kriteria kesiapan lahan dan percepatan proses lelang tender akan segera diselesaikan dalam waktu dekat.***