POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui sistem INFO GTK telah mengelompokkan beban kerja guru ke dalam beberapa kategori berdasarkan jumlah jam tatap muka yang dilakukan setiap minggu.
Kategorisasi ini bertujuan untuk memberikan pemetaan yang jelas terhadap keterlibatan guru dalam proses pembelajaran serta memastikan pemenuhan standar beban kerja sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Mata Kucing di Spakbor Motor, Kecil tapi Penting untuk Keselamatan!
Berikut adalah kategori beban kerja guru dalam INFO GTK:
1. Kategori A1
Guru yang masuk dalam kategori ini memiliki jumlah jam mengajar tatap muka lebih dari atau sama dengan 24 jam per minggu.
Kategori ini menunjukkan bahwa guru tersebut telah memenuhi beban kerja optimal sesuai dengan standar yang ditetapkan.
2. Kategori A2
Guru yang mengajar 18 hingga 23 jam per minggu masuk dalam kategori A2.
Meskipun belum mencapai standar maksimal, mereka tetap memiliki beban kerja yang cukup dalam kegiatan belajar mengajar.
3. Kategori A3
Untuk guru yang mengajar 12 hingga 17 jam per minggu, mereka diklasifikasikan dalam kategori A3.
Pada kategori ini, guru mungkin perlu menambah jam mengajar atau tugas tambahan lainnya agar memenuhi standar beban kerja tertentu.
4. Kategori A4
Guru yang memiliki kurang dari 12 jam tatap muka per minggu masuk dalam kategori A4.
Baca Juga: Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Bersama Mitra Kerja BGN untuk Warga Sukabumi
Beban kerja dalam kategori ini tergolong rendah dan perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut dalam perencanaan distribusi tugas mengajar.
5. Kategori A5
Kategori A5 dikhususkan untuk guru yang mengajar di sekolah dengan rombongan belajar kecil.
Guru dalam kategori ini mungkin menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik, sehingga total jam mengajar mereka bisa lebih sedikit dibandingkan dengan guru di sekolah yang lebih besar.
Baca Juga: Hampir Semua Rampchek Bus di Terminal Kampung Rambutan Tidak Lolos Uji, Ini Alasannya
Dengan adanya kategorisasi ini, pemerintah dapat lebih mudah memantau distribusi jam mengajar guru dan mengambil kebijakan yang diperlukan untuk memastikan efisiensi serta efektivitas pembelajaran di sekolah-sekolah.
Selain itu, informasi ini juga berguna bagi guru dalam perencanaan beban kerja agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ***




