POJOKSATU.id – Karya mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali mencuri perhatian dunia.
Dua mobil hasil riset dan rekayasa mahasiswa, Evo 3 dan Akasa Evo 2, sukses menyabet gelar juara dalam ajang Shell Eco-marathon Qatar 2026 yang digelar pada 21 Januari 2026.
Seluruh bagian dari dua mobil tersebut murni buatan Semeru Team, tim riset mahasiswa UM yang beranggotakan 32 mahasiswa lintas program studi dan fakultas.
Baca Juga: UGM Buka Kuota 10 Ribu Mahasiswa Baru 2026, Jalur SNBP, SNBT hingga IUP Jadi Andalan
Mereka bersatu dalam satu ambisi, yakni menaklukkan kompetisi akademik global di bidang kendaraan hemat energi.
Proses Riset dari Bengkel Kampus
Proses pembuatan mobil dilakukan sepenuhnya di basecamp sekaligus bengkel Semeru Team yang berada di lingkungan kampus UM.
Ketua Semeru Team, Danu Sulthon Aziz, mengungkapkan bahwa bahan yang digunakan berasal dari beragam sumber, mulai dari material baru hingga barang rongsokan yang masih memiliki kualitas layak.
Baca Juga: SKF Musnahkan Puluhah Ribu Bearing Palsu, Harganya Capai Rp9,5 Miliar
Setiap komponen ditumpulkan, diuji, lalu dipilih berdasarkan perhitungan teknis dan prinsip rekayasa mesin yang matang.
Setelah itu, satu per satu bagian disatukan hingga membentuk prototipe utuh.
Tak hanya fokus pada fungsi, mahasiswa juga memperhatikan tampilan dengan mengecat bodi mobil agar tetap menarik meski sebagian komponennya berbahan bekas.
Baca Juga: Dari Rp250 Ribu ke Rp400 Ribu, Insentif Guru Honorer Nonsertifikasi Diusulkan Naik
“Baru pada Juni lalu, dua mobil mulai mengaspal untuk masa percobaan,” ujar Danu.
Sejak saat itu, aktivitas di bengkel kampus semakin padat. Siang hari diisi pengerjaan teknis, malam hari dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi untuk menyempurnakan kekurangan yang ditemukan selama uji coba.
Belajar dari Riset dan Kompetitor Global
Proyek ini digarap di sela-sela jadwal perkuliahan yang padat. Mahasiswa harus pandai membagi waktu antara tugas akademik dan riset internasional yang menjadi tanggung jawab bersama.
Baca Juga: PGRI Usul Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Ditanggung APBN, Ini Alasannya
Berbagai jurnal ilmiah, laporan riset, serta dokumentasi juara kompetisi sebelumnya dipelajari secara mendalam.
Dua prototipe mobil mengalami ratusan kali revisi, terutama untuk menemukan formula paling efisien dalam menghemat bahan bakar dan mengurangi gesekan.
Semeru Team juga mempelajari celah kelemahan kompetitor, khususnya di kelas rekayasa mesin.
Fokus utama mereka adalah menciptakan kendaraan dengan bodi ringan, komponen minimal, dan hambatan sekecil mungkin saat melaju di lintasan.
Hasil Akhir Dua Mobil Juara
Dari proses panjang tersebut, lahirlah dua mobil dengan karakter berbeda:
- Akasa Evo 2, mobil berkonsep urban yang dirancang menyerupai kendaraan perkotaan, berhasil meraih juara tiga kategori Urban Internal Combustion Engine (ICE).
Baca Juga: Ujian Berat Juda Agung Wamenkeu Baru! Mampukah Menjaga APBN di Tengah Target Besar Pemerintah?
- Kumbolo Evo 3, mobil riset hemat energi, sukses meraih juara satu kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE).
Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan penerapan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata berbasis riset dan inovasi.
Tiket Menuju Panggung Dunia
Raihan juara di Qatar sekaligus mengantarkan Semeru Team sebagai salah satu wakil Indonesia untuk mengikuti Global Championship Qualifier Shell Eco-marathon 2027.
Baca Juga: Harta Juda Agung Tembus Rp56 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Wamenkeu yang Baru Dilantik
Mereka menjadi satu dari empat kampus di Indonesia yang berhasil lolos ke ajang lanjutan tersebut.
Mengalahkan sekitar 750 peserta dari 16 negara di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa riset dan praktik mahasiswa UM mampu bersaing di level internasional.
Dalam ajang tersebut, Semeru Team berhasil menembus batas efisiensi energi yang juga menjadi fokus penelitian global.
Baca Juga: Tak Bisa Instan, Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Butuh Negosiasi Tingkat Tinggi
Pembelajaran Berkelanjutan bagi Mahasiswa
Usai kompetisi, Semeru Team tak berhenti berinovasi. Mereka mulai menyiapkan proyek lanjutan dengan menelusuri referensi baru untuk pengembangan mobil generasi berikutnya.
Tantangan ke depan semakin berat, mengingat lawan berasal dari Amerika, Eropa, Asia, hingga Afrika.
Namun, pengalaman panjang sejak 2015 menjadi bekal penting. “Estafet juara sudah kami pegang sejak 2015 lalu,” pungkas Danu.
Baca Juga: Bacakan Sumpah di Depan Prabowo, Adies Kadir Resmi Duduki Kursi Hakim Mahkamah Konstitusi
Prestasi ini menjadi contoh nyata bahwa karya mahasiswa, ketika dipadukan dengan riset, disiplin, dan kolaborasi lintas bidang, mampu melahirkan inovasi yang diakui dunia. ***




