POJOKSATU.ID – Jika Anda termasuk keluarga penerima bantuan sosial (KPM) yang semula menerima lewat kantor pos, kini ada angin segar.

Dengan kartu baru hasil peralihan, bantuan bisa dicairkan lebih cepat dan lebih besar.

Banyak keluarga melaporkan bahwa saldo bantuan sosial sudah masuk ke rekening mereka pada awal Desember 2025.

Peralihan ini dilakukan oleh PT Pos Indonesia ke sistem perbankan yang dijalankan oleh Himbara.

Baca Juga: Ratusan Pecatur Serbu Turnamen CCL–Kadin Banten, Lebak Cari Bibit Jawara Baru

Tujuannya mempercepat distribusi bansos, meningkatkan transparansi, dan memudahkan penerima.

Melalui mekanisme buka rekening kolektif (burekol), ribuan rekening dibuka sekaligus dan KKS baru dibagikan kepada keluarga penerima manfaat.

Bantuan apa saja yang cair?

PKH (tahap 2 3 sekaligus)

BPNT (tahap 2 3 sekaligus)

Bonus tambahan Rp 400.000 untuk KPM peralihan

Baca Juga: DPRD Banten Dukung WPR, Tapi Ingatkan Risiko Kerusakan Lingkungan

Menurut laporan media, kombinasi bantuan ini membuat banyak KPM menerima dana di atas Rp 1 juta hanya dengan satu pencairan.

Sejak 5 Desember 2025, KPM peralihan di berbagai daerah sudah mulai mendapatkan saldo bansos tahap 4. 

Banyak penerima melaporkan bahwa dana masuk ke rekening malam hari terutama pada bank penyalur seperti BRI. 

Untuk wilayah Jawa Barat termasuk daerah sekitar Bogor distribusi dan pencairan sudah mulai terasa, meski aktivasi kartu masih dilakukan secara bertahap. 

Baca Juga: Hadapi Libur Panjang, Pemprov Banten Kerahkan Pasukan Penuh di Titik Rawan

Mempercepat mempermudah pencairan: Tidak perlu lagi antre di kantor pos cukup gunakan ATM, mobile banking, atau e-warong.

Lebih transparan: Aliran dana tercatat resmi lewat bank, meminimalisir risiko kesalahan atau penyalahgunaan.

Efisiensi bagi penerima dan pemerintahan: Penggunaan sistem perbankan mengurangi beban distribusi manual dan mempercepat penyaluran bansos. 

Meski banyak yang sudah menerima, masih ada segmen KPM yang belum menerima kartu atau saldo.

Alasan paling umum rekening belum aktif atau verifikasi data belum selesai. 

Bagi mereka, disarankan untuk segera mengurus aktivasi di bank terkait, dan memantau status lewat kanal resmi (misalnya situs/aplikasi cek bansos milik Kemensos).***