POJOKSATU.id - Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan kepada PPPK paruh waktu untuk lebih fokus kepada kinerja, bukan pada jam kerja.
Penekanan ini disampaikan agar tenaga PPPK paruh waktu benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan di Jawa Timur.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Aries saat kegiatan penghadapan ratusan PPPK paruh waktu, yang berlokasi di Tulungagung.
Baca Juga: Idha Verawati Resmi Jadi Ketua RW 08 Kedungsalam
Beliau menilai masih ada paradigma keliru yang memaknai pekerjaan hanya sebatas durasi kehadiran, bukan pada hasil yang dihasilkan.
Penilaian Berbasis Hasil Kerja
Menurut Aries, skema PPPK paruh waktu memang memberikan fleksibilitas dalam pengaturan jam kerja.
Namun fleksibilitas itu bukan berarti menurunkan tanggung jawab.
Justru sebaliknya, PPPK paruh waktu dituntut untuk mampu menunjukkan kinerja yang terukur dan berdampak langsung bagi sekolah maupun peserta didik.
Dikutip dari Mureks, 8 Januari 2026, Aries Agung Paewai menyatakan:
“Bukan soal lamanya bekerja, tapi soal hasil kerja yang dihasilkan. Harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan,”.
Baca Juga: Kronologi Terbongkarnya Korupsi Pajak KPP Jakut Bermula dari Laporan PBB Perusahaan Tambang PT WP
Ia menekankan bahwa orientasi kinerja harus menjadi budaya baru di lingkungan pendidikan.
Termasuk juga bagi PPPK paruh waktu yang kini jumlahnya terus bertambah.
Diminta Lebih Proaktif dan Berinisiatif
Kadindik Jatim juga meminta PPPK paruh waktu untuk lebih proaktif, peka terhadap permasalahan di sekolah, dan tidak menunggu di instruksi dulu.
Kehadiran PPPK paruh waktu diharapkan menjadi solusi atas berbagai kebutuhan dan permasalahan operasional sekolah.
Bukan lagi sekadar formalitas yang mengisi formasi administrasi.
Aries menilai peran PPPK paruh waktu sangat strategis.
Mulai dari membantu tata kelola sekolah, menjaga lingkungan belajar yang kondusif, sampai mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
Fokus Mutu Pendidikan
Penegasan agar PPPK paruh waktu fokus kinerja, bukan jam kerja sejalan dengan usaha Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Baca Juga: Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Sorotan, Relawan Kesehatan Harus Muter Lewat Malaysia Demi Hemat Biaya
Aries menyebut kualitas layanan pendidikan tidak akan meningkat jika aparatur hanya berfokus pada jam kerja tanpa memperhatikan hasilnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan komitmen kerja.
PPPK paruh waktu diharapkan menjadi teladan dalam kedisiplinan dan etos kerja.
Meskipun memiliki skema kerja yang berbeda dengan PNS penuh waktu.
Bukan Sekadar Status Pegawai
Dalam kesempatan tersebut, Aries juga mengingatkan bahwa status PPPK paruh waktu bukan sekadar label kepegawaian.
Status tersebut harus dijalani bersama dengan tanggung jawab dan kontribusi nyata bagi institusi pendidikan.
Ia berharap seluruh PPPK paruh waktu bisa menunjukkan bahwa skema ini efektif dijalankan dan layak dipertahankan.
Tentu saja karena skema tersebut benar-benar memberi manfaat bagi sekolah dan masyarakat.
Evaluasi Berkelanjutan
Dinas Pendidikan Jawa Timur memastikan akan melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja PPPK paruh waktu.
Evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan, sekaligus memastikan bahwa penilaian kinerja benar-benar berbasis hasil.
Dengan pendekatan tersebut, Pemprov Jatim ingin memastikan setiap tenaga PPPK paruh waktu berkontribusi optimal dalam mendukung program pendidikan daerah.***




