POJOKSATU.ID - Teman-teman ada kabar gembira ini pemerintah Kabupaten Pati resmi mengusulkan 106 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS untuk tahun 2026.

Oiya guys, keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan panjang, terutama soal kondisi keuangan daerah yang cukup ketat.

Nah, meski kebutuhan pegawai sebenarnya mencapai ribuan ya kan guys.

Baca Juga: Mantan Penasehat Keamanan Israel Sebut Iran Lakukan Transisi Kepemimpinan Cepat dan Sukses

Tetapi, Pemkab Pati memilih realistis dengan kemampuan anggaran yang ada.

 

Kebutuhan Banyak, Formasi Dipangkas

Kepala BKPSDM Kabupaten Pati, Sri Yatun, jelaskan sebelumnya setiap Organisasi Perangkat Daerah telah diminta memetakan kebutuhan pegawai.

Eh ada yang menarik nih, hasilnya jumlah kebutuhan ASN cukup besar loh.

Baca Juga: Pemkab Temanggung Siapkan 289 PPPK untuk Koperasi Merah Putih, Ini Tugasnya

Namun itu, setelah dibahas bersama tim anggaran daerah, jumlah tersebut harus disesuaikan.

Kemudian juga, pemkab akhirnya hanya mengusulkan 106 formasi CPNS.

“Pengusulan harus selektif, mempertimbangkan program nasional, peta jabatan, dan kemampuan anggaran,” jelasnya.

 

Fokus ke Pendidikan dan Kesehatan

Dari total 106 formasi, mayoritas dialokasikan untuk sektor pelayanan publik.

Rinciannya, sebanyak 58 formasi untuk tenaga guru SMP, 20 formasi tenaga kesehatan, dan 28 formasi tenaga teknis.

Langkah ini dilakukan agar layanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal.

Eh apalagi ya, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan yang jadi prioritas utama.

 

Dilema Anggaran Daerah

Di sisi lain, Pemkab Pati menghadapi tantangan serius soal anggaran.

Baca Juga: Nasib Guru TK Swasta Memprihatinkan, Mengajar Puluhan Tahun Tapi Tak Diangkat Jadi PPPK

Saat ini, porsi belanja pegawai diproyeksikan mencapai 33,34 persen dari APBD 2026.

Apalagi nih, angka yang melebihi batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni maksimal 30 persen.

Lalu juga, kondisi ini membuat pemerintah daerah harus berhati-hati dalam menambah pegawai baru ya kan.

Selain itu, tahun ini juga ada 479 pegawai yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sentil Saiful Mujani soal Isu Jatuhkan Prabowo, Tegas Minta Publik Tak Beri Ruang Gerakan Inkonstitusional

Hal ini semakin menambah kebutuhan ASN di berbagai sektor.

“Ini jadi dilema. Kebutuhan ada, tapi anggaran terbatas,” ungkapnya.

Intinya nih, Pemkab Pati berada di posisi sulit antara kebutuhan pegawai dan keterbatasan anggaran.

Meski gitu guys, langkah mengusulkan 106 formasi CPNS jadi solusi tengah agar pelayanan publik tetap berjalan.

Ke depannya, kebijakan pusat soal batas belanja pegawai akan sangat menentukan arah rekrutmen ASN di daerah.***