POJOKSATU.id - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Nunuk Suryani membawa kabar gembira bagi Guru Penggerak.

Dimana Guru Penggerak kini bisa menjabat sebagai kepala sekolah dan pengawas.

Ini lantaran banyak kursi kepsek dan pengawas yang ternyata kosong.

Sehingga selama ini dijabat sementara oleh Pelaksana Tugas atau Plt.

Baca Juga: PERSIAPAN Seleksi PPPK 2024, Begini Alasan Honorer TIDAK MEMBUAT AKUN CPNS, Cek Lagi Persyaratan dan Tahapan PPPK 2024, Manfaatkan Sertifikat SKD

Di sisi lain, jumlah Guru Penggerak sudah cukup banyak.

Bahkan di sebagian daerah jumlahnya sampai surplus.

Karena itu, Dirjen Nunuk mendorong pemerintah dearah mengangkat Guru Penggerak sebagai Kepsek dan pengawas.

Hal itu ditegaskan Prof Nunuk Suryani dalam kunjungan ke Bengkulu pada 15-16 Agustus 2024.

Baca Juga: Dibuka Mulai Besok, Ada 3.278 Formasi CPNS di KPU, Cek Zona Penempatannya Di Sini

"Saya melihat guru penggerak di Bengkulu sudah surplus dan banyak. Yang jabatan kepsek maupun pengawas yang hanya diisi oleh Plt. Ini harus diakselerasi sehingga guru penggerak bisa mengisi jabatan tersebut," ucap Dirjen Nunuk.

Dari data Ditjen GTK untuk Bengkulu, Guru Penggerak jadi kepsek mencapai 29 persen.

Sementara lulusan program pendidikan profesi guru (PPG) Prajabatan juga cukup melimpah.

Rinciannya lulusan tahun 2022 sebanyak 377 orang dan lulusan 2023 sebanyak 450 orang.

Di sisi lainnya, sebanyak 269 guru sudah diangkat menjadi ASN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.

Dan 1.055 ASN PPPK juga telah ditempatkan dalam kategori ASN PPPK 2021-2023.

Selai itu, terdapat 146 guru yang masuk dalam kategori PSP Angkatan 1-3, serta 46 guru lulusan PPKG PJOK.

Data juga menunjukkan jumlah sasaran Awan Penggerak sebanyak 48, dengan total jumlah guru dan kepala sekolah yang tercatat adalah 379.

Baca Juga: Horee! Akhirnya BKN Umumkan Jadwal Pelaksanaan Seleksi CPNS 2024, Berikut Formasi Instansi yang Tersedia

"Secara keseluruhan Provinsi Bengkulu ini sudah baik, makanya saya datang ke daerah ini. Yang perlu diakselerasi hanya Guru Penggerak agar segera diangkat menjadi kepsek maupun pengawas," tegas dia.

Program Guru Penggerak sebagai salah satu program prioritas GTK memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan diri melalui pelatihan coaching.

Dalam pelatihan tersebut, Guru mendapat wawasan bahwa dalam mengajar diperlukan pendekatan personal untuk memahami karakter murid yang beragam.

Berbagai program yang diluncurkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi SDM Indonesia untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Baca Juga: CPNS 2024, Begini Syarat Jadi Peneliti Ahli Muda di BRIN

Untuk mendukung guru penggerak ini, Dirjen Nunuk juga bertemu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang mengapresiasi dampak positif Merdeka Belajar.

Menurut Rohidin, Merdeka Belajar telah membawa pembaruan signifikan dalam ekosistem pendidikan di Indonesia.

Merdeka Belajar juga membawa perubahan mendasar, yaitu menciptakan atmosfer akademik yang lebih terbuka dan dinamis,

Hal ini sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa di era modern ini.

"Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, baik guru maupun siswa kini dapat lebih bebas dalam berkreasi dan mengembangkan potensi dan kreativitas mereka," ujar Rohidin.

Rohidin juga menegaskan pentingnya keberlanjutan Kurikulum Merdeka di masa depan.

Dia berharap Kurikulum Merdeka yang telah dirasakan manfaatnya ini dapat terus dilanjutkan, sehingga sistem pendidikan makin produktif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, Rohidin memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pengangkatan ASN PPPK dan program Guru Penggerak.

Baca Juga: Gegara Guru Honorer, Tendik dan PPG, Presiden Jokowi MenPAN RB dan Mendikbud Dilaporkan ke Komnas HAM, Pelanggaran HAM sangat Berat

Diharapkan program ini bisa semakin memperkuat sistem pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan dukungan Guru Penggerak dan ASN PPPK, kami percaya bahwa sistem pembelajaran kita akan makin kuat dan siap bersaing di kancah global," tandasnya.***