POJOKSATU.id - Kabar baik buat guru! Tersedia program unggulan Gemini Academy dan Akademi Edukreator dari Google dan YouTube.
Guru pun makin mudah untuk memanfaatkan AI untuk membantu kegiatan pembelajaran sekaligus menjadi kreator konten pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama dengan raksasa teknologi Google dan YouTube telah resmi melakukan kolaborasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
Baca Juga: Kurikulum Baru Sekolah Dimulai Tahun 2025/2026! AI Resmi Jadi Bagian Kurikulum Sekolah!
Kerja sama tersebut berbentuk peluncuran Program unggulan Gemini Academy dan Akademi Edukreator yang resmi dirilis pada 7 Mei lalu di Gedung Kemendikdasmen Jakarta.
Hal ini sekaligus menandai sebuah transformasi digital dalam dunia pendidikan Indonesia yang mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses pembelajaran nasional.
Inisiatif ini sejalan dengan visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua" yang diusung oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Baca Juga: Kurikulum AI Siap Diimplementasikan Tahun 2025/2026, Berikut Materi yang Akan Dipelajari Siswa?
Salah satunya dengan menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi seperti coding dan AI ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Langkah strategis ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman digital.
Gemini Academy: Memberdayakan Guru dengan Teknologi AI
Gemini Academy hadir sebagai program pelatihan komprehensif yang membekali tenaga pendidik dengan keterampilan memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.
Menurut Veronica Utami, Direktur Google Indonesia, program ini telah menjangkau lebih dari 200.000 guru dari 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Ulfa Niswatul Awaliyah, guru IPA SMP 240 Jakarta yang telah mengikuti program ini, pun turut membagikan pengalamannya.
"Gemini Academy membantu saya merancang prompt yang tepat untuk mencari ide pembelajaran secara cepat dan efektif.
"Saya bisa menghadirkan metode permainan dalam pembelajaran struktur jaringan hewan dan tumbuhan yang sebelumnya membuat siswa cepat bosan," ungkapnya.
Dalam program ini, guru pun akan dibimbing untuk memanfaatkan AI secara efektif. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan berikut.
- Pemahaman konsep dasar AI dan etika penggunaannya
- Keterampilan menyusun prompt secara efektif
- Teknik memaksimalkan potensi AI untuk pembelajaran kreatif
- Metode integrasi teknologi digital dalam ruang kelas
Akademi Edukreator: Mendorong Konten Pendidikan Berkualitas
Selain Gemini Academy, YouTube melalui inisiatif Akademi Edukreator turut berperan dalam membuka akses ke konten pendidikan berkualitas.
Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, menyatakan bahwa program ini telah menjangkau lebih dari 3.200 peserta dari 34 provinsi dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Meta Luncurkan Aplikasi AI Mandiri, Tantang ChatGPT Lewat Personalisasi dan Model Terbuka
Akademi Edukreator mendorong berbagai pihak, mulai dari guru, pelajar, dosen, hingga profesional untuk berbagi pengetahuan melalui platform video.
Inisiatif ini tidak hanya memperkaya sumber belajar digital, tetapi juga membangun komunitas kreator edukasi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Meskipun integrasi teknologi menjadi fokus utama, kedua program ini menekankan bahwa AI tidak akan menggantikan peran guru.
"Ruang kelas tetap penting, dan hubungan guru-murid tidak akan tergantikan. Teknologi hanya berperan sebagai pendukung proses pembelajaran," tegas Veronica Utami.
Danny Ardianto juga menambahkan, "Kami percaya bahwa AI tidak akan pernah menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat untuk memperkaya proses belajar mengajar."
YouTube juga memastikan bahwa aspek keamanan digital di platformnya sudah diakomodasi, terutama untuk pengguna di bawah umur.
Platform ini menyediakan aplikasi YouTube Kids dan fitur supervised experience yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia tertentu, memastikan konten yang diakses sesuai dan aman bagi semua kalangan.
Kolaborasi antara Kemendikdasmen, Google, dan YouTube menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital terutama bagi pendidik dan guru.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Pencurian Data Pribadi juga Ikut Naik 180 Persen! Begini Cara Lindungi Dirimu
"Bersama pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan, kami siap terus berkolaborasi untuk mendukung pendidikan yang bermutu dan aman untuk semua," tutup Danny Ardianto.
Dengan program-program inovatif ini terutama yang ditujukan buat guru, masa depan pendidikan Indonesia diharapkan akan semakin inklusif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Guru pun dapat lebih siap dalam membimbing generasi penerus bangsa untuk menghadapi tantangan global dengan lebih baik.***



