POJOKSATU.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasuki fase penting dalam agenda pembangunan ekonomi nasional.

Arah besar pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan ASN, TNI–Polri, pensiunan, serta masyarakat desa dan kelompok rentan sepanjang 2025–2026.

Instruksi Presiden Prabowo kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menjadi sorotan.

Ia meminta percepatan stimulus dan program peningkatan kesejahteraan, termasuk rencana “kado spesial” bagi ASN, TNI, dan Polri pada akhir 2025.

Baca Juga: Akhir Tahun Harusnya Berkah, Tapi Guru Justru Dapat Zonk! TPG TW 3–4 Tak Kunjung Cair, Hidup Makin Sulit

Presiden juga telah lama mengkaji model kesejahteraan baru berbasis penguatan UMKM, penghapusan kredit macet usaha kecil.

Hingga pengembangan sistem koperasi Desa Merah Putih yang difokuskan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan wilayah tertinggal.

 

Stimulus Penyerapan Tenaga Kerja

Dalam pemaparannya, Menteri Keuangan menyebut lima program besar yang menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja pada 2025:

1. Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD KMP)

Baca Juga: Ultras Garuda Geram, Erick Thohir Akui Masih Banyak Kekurangan di PSSI

2. Program Replanting untuk perkebunan rakyat

3. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

4. Revitalisasi tambak di sepanjang Pantura

5. Modernisasi kapal nelayan

Kelima program tersebut diproyeksikan membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat sektor produktif seperti pertanian, kelautan, dan industri desa.

 

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 8–10%

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyampaikan proyeksi optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 8% dalam beberapa tahun ke depan.

Target jangka panjang bahkan diarahkan pada pertumbuhan 9% atau lebih.

Baca Juga: Tragedi Siswa SMP Diduga Korban Bullying di Tangsel, Meninggal Dunia Setelah Sepekan Dirawat

Salah satu pendorongnya adalah stimulus likuiditas jumbo Rp200 triliun untuk bank-bank Himbara.

Hingga 22 Oktober 2025, dana tersebut sudah terserap 84% atau Rp167,6 triliun melalui penyaluran kredit ke masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6%.

 

Kebangkitan Sektor Manufaktur

Sektor manufaktur menjadi penopang optimisme pemerintah. Pada triwulan III 2025, manufaktur tumbuh 5,58% secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,04%.

Baca Juga: 5.812 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Bupati Jeje Minta Jaga Nama Baik Pemda

Indeks PMI Manufaktur juga berada pada level ekspansif 51,2 pada Oktober 2025 selama tiga bulan beruntun.

Menteri Perindustrian Agus Gumi Wangkarta Sasmita menegaskan bahwa pertumbuhan ini harus dijaga.

Melalui disiplin koordinasi antar lembaga, pengawasan terhadap impor-ekspor ilegal, dan peningkatan nilai tambah industri nasional.

Kebijakan ekonomi 2025–2026 di bawah Presiden Prabowo Subianto menegaskan fokus besar pada peningkatan kesejahteraan ASN, aparat negara, masyarakat desa, dan kelompok rentan.

Stimulus likuiditas, insentif pajak, program desa, hingga penguatan sektor manufaktur.

Menjadi bagian dari strategi menyeluruh menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, merata, dan berkelanjutan.***