POJOKSATU.id, MINAT calon mahasiswa baru terhadap program studi Sarjana Terapan di bawah naungan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mengalami peningkatan. Ini terbukti pada jumlah pendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.

Dimana, jumlah pendaftar SNBT 2025 pada Program Sarjana Terapa mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan SNBT tahun lalu. Rasio keketatan seleksi masuknya juga meningkat meskipun daya tampung telah ditambah hingga 20 persen.

Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Kurniawan Saefullah, menjelaskan secara keseluruhan, jumlah pendaftar untuk program Sarjana Terapan meningkat dari 20.028 di tahun 2024 menjadi 23.403 di tahun 2025 untuk total pendaftar.

Baca Juga: Tidak Mengunggah Dokumen Tepat Waktu Dianggap Mengundurkan Diri, Berikut Panduan Lengkap Daftar Ulang Calon Mahasiswa Baru UINSU Jalur SNBT 2025

"Namun demikian daya tampung SNBT di tahun 2025 juga meningkat dari 302 di tahun 2024 untuk ke-14 program studi menjadi 364 ditahun 2025,” ujarnya dilansir dari laman resmi Unpand.

Kurniawan mengungkapkan rasio keketatan seleksi masuk Sekolah Vokasi Unpad melalui SNBT juga semakin meningkat. Tahun lalu, rentang rasio keketatan seleksi masuk Sekolah Vokasi Unpad antara tertinggi 0,5% hingga terendah 6,5%. Pada tahun ini, rentangnya antara tertinggi 0,55% hingga terendah 2,5%.

“Ini berarti preferensi mahasiswa baru dalam memilih program studi Sarjana Terapan relatif merata di 14 program studi yang ada di Sekolah Vokasi Unpad,” sebutnya.

Baca Juga: Kebakaran di Kafe Urban Danau Toba Diduga Karena Korsleting Listrik, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Dalam data 10 prodi terketat Unpad di SNBT 2025, 9 diantaranya diisi oleh prodi Sekolah Vokasi. Ilustrasi untuk rasio keketatan 0,5%, dari 200 pendaftar hanya 1 orang yang lulus, sedangkan untuk rasio keketatan 2,5%, dari 200 pendaftar hanya 5 orang yang lulus.

Kurniawan menilai, data tersebut setidaknya menunjukkan bahwa masyarakat semakin berpikir pragmatis di masa yang akan datang dengan memilih program studi yang lebih berorientasi ke dunia kerja.

Sekolah Vokasi memiliki misi untuk berkontribusi kepada masyarakat dalam hal pengurangan tingkat pengangguran dan peningkatan penyerapan di dunia kerja.

Baca Juga: Korban Tewas Bertambah 14 Orang, 8 Warga Masih Tertimbun Longsor Gunung Kuda Bobos

“Semakin memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang baik, prodi tersebut semakin diminati. Prodi yang berada dalam klaster kesehatan masyarakat seperti Kebidanan, atau yang melibatkan penggunaan teknologi bagi manusia seperti prodi Pemasaran Digital, Bisnis Internasional, dan Kearsipan Digital menjadi pilihan bagi mahasiswa,” jelasnya.

Saat ini, Sekolah Vokasi Unpad memiliki 14 program studi, terdiri dari;

-Akuntansi Perpajakan (Akreditasi Unggul)
-Akuntansi Sektor Publik (Akreditasi Baik)
-Bisnis Internasional (Akreditasi Baik)
-Pemasaran Digital (Akreditasi Baik) Kebidanan (Akreditasi Baik Sekali)
-Teknologi Industri Kimia (Akreditasi Baik)
-Agroteknopreneur (Akreditasi Baik)
-Bisnis Logistik (Akreditasi Baik)
-Administrasi Keuangan Publik (Akreditasi Unggul)
-Administrasi Pemerintahan (Akreditasi Unggul)
-Kearsipan Digital (Akreditasi Baik)
-Bahasa dan Budaya Tiongkok (Akreditasi Baik)
-Manajemen Produksi Media (Akreditasi B)
-Pariwisata Bahari (Akreditasi Baik)

Informasi lebih detail tentang Sekolah Vokasi Unpad, bisa mengunjungi laman https://vokasi.unpad.ac.id/. ***