POJOKSATU.id — Jepang kini membuka peluang besar bagi tenaga kerja luar negeri, termasuk dari Indonesia untuk bekerja secara legal di Negeri Sakura.
Hal ini disampaikan oleh Matsumaru Yoshiki, President Director sekaligus Komisaris SOU Holdings, salah satu perusahaan besar di Jepang.
Menurutnya, Jepang tengah menghadapi krisis populasi dengan jumlah lansia yang kian meningkat sehingga kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri menjadi sangat mendesak.
Matsumaru mengungkapkan, perusahaan yang dipimpinnya telah membuka lowongan kerja bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat.
Baca Juga: Info Pencairan TPG Triwulan 3: Jadwal Penarikan Data di Info GTK Bagi Penerima!
Ia menegaskan bahwa perusahaannya tidak membedakan gaji antara pekerja asli Jepang dan tenaga kerja internasional.
Penentuan gaji lebih didasarkan pada tingkat kemampuan masing-masing pekerja.
Jika digeneralisir, lulusan SMA atau SMK yang bekerja di Jepang bisa memperoleh gaji berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan, angka tersebut masih sebelum dipotong pajak.
Bagi para pencari kerja dari Indonesia, SOU Holdings juga menyediakan jalur resmi melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) SOU.
Lembaga ini memberikan pembekalan berupa pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang.
Selain itu, SO Holdings juga mengajarkan keterampilan kerja spesifik, seperti menjadi perawat lansia, bekerja di hotel, PAUD, atau pabrik.
Dengan bekal ini, pekerja Indonesia tidak hanya diterima secara legal, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja Jepang.
Adapun persyaratan untuk bisa masuk ke LPK SOU, yakni lulusan SMA/SMK, berusia 18–29 tahun, tidak memiliki tato, dan tidak buta warna.
Setelah itu, calon peserta harus mengikuti seleksi berupa psikotes, wawancara, dan medical check up.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Sri Mulyani!
Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya, kecuali untuk pemeriksaan kesehatan.
Jika lolos, peserta diwajibkan membayar biaya pelatihan sebesar Rp60 juta untuk lima bulan dengan sistem asrama.
Pelatihan di LPK SOU cukup ketat karena dimulai sejak pukul 04.00 WIB setiap hari.
Meski jumlahnya besar, peserta tidak harus langsung membayar penuh.
LPK SOU bekerja sama dengan bank di Indonesia untuk menyediakan pinjaman biaya pelatihan.
Pinjaman tersebut baru mulai dilunasi setelah peserta mendapatkan pekerjaan di Jepang sehingga lebih meringankan beban calon tenaga kerja.
Dengan sistem yang legal, gaji yang cukup menjanjikan, serta adanya fasilitas pinjaman biaya pelatihan, peluang ini bisa menjadi pintu masuk bagi generasi muda Indonesia yang ingin berkarier di Jepang.***




