POJOKSATU.id — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 kini semakin dekat dan hanya tinggal menunggu hari.
Ujian pada hari pertama sendiri telah dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.
Menjelang pelaksanaan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Stella Christie, menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta UTBK-SNBT 2026.
Baca Juga: Ralph Fiennes Tidak Mau Kembali Jadi Voldemort, Pilih Tilda Swinton sebagai Pengganti
Dalam pesannya, ia tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima saat menghadapi ujian.
“Semangat untuk yang mau UTBK,” ujar Stella.
Ia menegaskan bahwa persiapan menghadapi UTBK tidak cukup hanya dengan belajar keras, tetapi juga perlu diimbangi dengan menjaga ritme tubuh agar tetap stabil hingga hari pelaksanaan.
Salah satu aspek yang kerap diabaikan oleh peserta adalah waktu istirahat yang cukup.
Baca Juga: Jejak Kanal Molenvliet yang Hilang, Dari Jalur Air Batavia hingga Jadi Jalan Gajah Mada Hayam Wuruk
Stella juga menekankan bahwa kualitas tidur memiliki peran besar terhadap kinerja otak, terutama dalam proses mengingat dan mengolah informasi saat ujian berlangsung.
“Jangan nggak tidur, karena tidur itu penting untuk konsolidasi memori,” tambahnya.
UTBK sendiri bukan hanya menguji tingkat kecerdasan, tetapi juga menuntut strategi yang tepat, konsistensi belajar, serta kesiapan mental yang kuat.
Baca Juga: Kesepakatan Rahasia RI-AS? Izin Pesawat Tempur Bisa Seret Indonesia ke Konflik
Berikut sejumlah tips realistis yang dapat diterapkan oleh para calon peserta untuk meningkatkan peluang keberhasilan.
Pertama, peserta perlu memahami struktur UTBK yang mencakup Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.
Dengan demikian, UTBK lebih menekankan kemampuan berpikir dan analisis, bukan sekadar hafalan.
Kedua, penyusunan jadwal belajar yang realistis sangat penting.
Belajar selama 2–3 jam per hari sudah cukup selama dilakukan secara konsisten, serta menghindari pola belajar berlebihan yang berisiko menyebabkan kelelahan atau burnout.
Ketiga, latihan soal menjadi bagian yang tidak bisa dilewatkan.
Peserta disarankan mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya, mengikuti try out, serta melakukan evaluasi terhadap kesalahan yang dibuat agar tidak terulang.
Keempat, kemampuan mengerjakan soal dengan cepat juga perlu dikuasai.
Baca Juga: Makin Panas, Militer AS akan Blokade Selat Hormuz dan Semua Pelabuhan Iran Mulai Jam 9 Nanti Malam
Strategi yang dapat digunakan adalah mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu dan memanfaatkan teknik eliminasi jawaban.
Kelima, setiap peserta perlu mengenali kelemahan masing-masing agar bisa fokus memperbaiki materi yang paling sering menjadi sumber kesalahan.
Keenam, latihan pola dan logika sangat penting karena banyak soal UTBK berbentuk analisis pola, seperti grafik, deret angka, dan teks bacaan yang panjang.
Ketujuh, menjaga kesehatan fisik dan mental juga menjadi faktor penentu.
Baca Juga: Tak Sekadar Hitungan! Ini Cara Menaklukkan Soal Penalaran Matematika SNBT dengan Metode RELATE
Tidur yang cukup, menghindari begadang, serta mengurangi overthinking dapat membantu menjaga performa tetap optimal.
Kedelapan, simulasi ujian secara penuh sangat disarankan dilakukan minimal 2–3 kali untuk membiasakan diri dengan suasana ujian sebenarnya tanpa gangguan.
Kesembilan, pada hari pelaksanaan, peserta dianjurkan datang lebih awal, tetap tenang, dan fokus pada pengerjaan soal masing-masing tanpa terpengaruh kondisi sekitar.
Terakhir, penting untuk membangun mindset yang tepat bahwa UTBK memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu masa depan.
Yang terpenting adalah berjuang dengan strategi terbaik dan persiapan yang maksimal.***




