POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat.

Bantuan ini akan diberikan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Februari hingga Maret 2026, menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Program bantuan pangan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.

Ramadan dan Lebaran dikenal sebagai periode meningkatnya konsumsi, yang kerap diikuti lonjakan harga pangan.

Baca Juga: Gelombang 4 Gerakan Anak Negeri Langsung Salurkan Bantuan 52 Seragam di Aceh Tamiang, Lanjut Tempuh 270 Kilometer ke Bireuen

Oleh karena itu, pemerintah memastikan kehadiran negara melalui distribusi bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Perum Bulog dipercaya sebagai pelaksana utama penyaluran bantuan beras dan minyak goreng tersebut.

Dengan jaringan gudang dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia, Bulog dinilai memiliki kesiapan logistik untuk menjangkau puluhan juta KPM secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Bantuan yang disalurkan mencakup beras dengan kualitas sesuai standar pemerintah serta minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok rumah tangga.

Baca Juga: Cabai Rawit Tembus Rp88 Ribu per Kilo, Ini Biang Kerok Harga Susah Turun

Penyaluran dilakukan berdasarkan data KPM yang telah diverifikasi oleh pemerintah melalui sistem perlindungan sosial nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa bantuan pangan ini tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen pengendalian inflasi pangan.

Dengan menambah pasokan langsung ke rumah tangga penerima, tekanan permintaan di pasar diharapkan berkurang sehingga harga dapat lebih terkendali.

Bulog memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman untuk mendukung program ini.

Selain bantuan sosial, cadangan beras pemerintah juga disiapkan untuk kebutuhan stabilisasi harga dan intervensi pasar jika diperlukan selama periode Ramadan dan Lebaran.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sepanjang Februari dan Maret 2026.

Pemerintah daerah, aparat setempat, serta pendamping sosial dilibatkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan menghindari potensi kendala di lapangan.

Baca Juga: Anak Pahlawan Revolusi Mayjen Sutoyo Wafat, Letjen Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata

Masyarakat penerima diimbau untuk mengikuti informasi resmi terkait jadwal dan lokasi pembagian bantuan.

Pemerintah juga mengingatkan agar KPM waspada terhadap informasi tidak resmi yang mengatasnamakan program bantuan pangan.

Kebijakan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mengingat tingginya kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan.

Bantuan beras dan minyak goreng dinilai sangat membantu rumah tangga berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: BPN Bergerak Digital, Aset Tanah Warga Dimutakhirkan Demi Cegah Sengketa

Ke depan, pemerintah berkomitmen terus memperkuat program perlindungan sosial berbasis pangan.

Sinergi antara Bulog, kementerian terkait, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan penyaluran bantuan kepada 33,2 juta KPM ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran 2026 dengan lebih tenang.

Stabilitas harga, ketersediaan pangan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam kebijakan pangan nasional.***