POJOKSATU.id - Universitas Siber Asia (UNSIA) lahir dari inisiasi dua tokoh penting di dunia pendidikan tinggi, yakni Dr. El Amry Bermawi Putera dan Jan Youn Cho, Ph.D., MPA., CPA.
Keduanya memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola perguruan tinggi dan membawa semangat besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui pembelajaran berbasis full online learning.
Dr. El Amry dikenal sebagai Rektor Universitas Nasional selama tiga periode, salah satu universitas tertua di Indonesia.
Sementara Jan Youn Cho, Ph.D., MPA., CPA merupakan mantan Vice President of Hankuk University for Foreign Studies sekaligus Operating Rector.
Perpaduan pengalaman nasional dan internasional inilah yang menjadi fondasi kuat berdirinya UNSIA.
Di bawah naungan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), UNSIA hadir untuk mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia yang masih relatif rendah.
Kehadiran kampus siber ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi masyarakat usia produktif agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terhalang jarak dan waktu.
Perjalanan UNSIA dimulai sejak September 2016, ketika YMIK merintis pendirian Cyber University bersama Korea Selatan.
Baca Juga: Bansos 2026 Tak Bisa Lagi Dimanipulasi, Aset dan Rekening Penerima Dipantau Lewat NIK
Pada Februari 2017, YMIK menjalin kerja sama dengan Hankuk University of Foreign Studies dalam pengembangan pembelajaran online.
Tahun 2018 menjadi fase penting untuk mempersiapkan seluruh persyaratan pengajuan universitas online.
Kemudian pada Februari 2019, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saat itu, Prof. M. Nasir, Ph.D., melakukan benchmarking pembelajaran online ke Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan konsep pendidikan jarak jauh.
Tonggak berikutnya terjadi pada 27 Maret 2019 ketika LLDIKTI Wilayah III memberikan rekomendasi kepada YMIK untuk menjalankan pilot project universitas berbasis siber.
Baca Juga: Temuan 4 Korban Baru Hari Ini di Longsor Cisarua, Total 29 Kantong Jenazah Diserahkan ke Tim DVI
Lalu pada 7 Agustus 2019, Universitas Siber Asia resmi didirikan berdasarkan SK Yayasan Nomor 54 Tahun 2019.
UNSIA juga memperoleh dukungan pendirian dari Kemenristek Dikti melalui surat Nomor T/3245/A.A4/HK.01.00/2019 yang diserahkan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Bali, 23 Agustus 2019.
Pada periode Agustus 2019 hingga Juli 2020, pemerintah melalui Kemenristek Dikti dan Kemendikbud melakukan asistensi intensif.
Mulai dari pelatihan dosen hingga persiapan konten dan sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS).
Dukungan moral juga datang dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. KH. Ma’aruf Amin, yang menerima pimpinan YMIK dan UNSIA pada 7 Juli 2020.
Baca Juga: Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun, Ferdy Tahier Ungkap Penyebabnya
Wapres menyatakan dukungannya terhadap pendirian universitas berbasis siber guna mengurangi kesenjangan pendidikan tinggi di masyarakat.
Puncaknya, pada 24 Agustus 2020, UNSIA memperoleh lisensi resmi melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 757/M/2020.
Berisi tentang Izin Pendirian Universitas Siber Asia untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh jenjang sarjana.
UNSIA mengusung visi menjadi Universitas Siber Terhormat dan Unggul yang mendapatkan rekognisi internasional dalam pembelajaran online serta menghasilkan lulusan berkarakter yang berkontribusi pada kemajuan Smart Society pada tahun 2029.
Bahkan, UNSIA menargetkan masuk Top 50 world online university ranking atau Top 10 Asia online university ranking dengan slogan “Asia Top 10 Online University by 2029”.
Dalam menjalankan visinya, UNSIA menyusun misi berdasarkan lima kriteria World University Ranking (WUR) dari Times Higher Education (THE), meliputi:
Peningkatan good university governance dan quality assurance sesuai standar WUR THE.
Peningkatan kualitas pendidikan online untuk menghasilkan lulusan unggul dalam penguasaan kompetensi.
Penguatan ekosistem teknologi digital sebagai media pembelajaran berbasis inovasi mutakhir.
Peningkatan kapasitas dan produktivitas sumber daya riset untuk mendorong inovasi sains dan teknologi.
Baca Juga: Ucapan Sigit Bikin Geger: Mending Jadi Petani daripada Jadi Menteri!
Penguatan kemitraan strategis dengan industri dan institusi luar negeri guna meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.
Selain itu, UNSIA juga menekankan pengembangan komunitas pembelajaran online yang berorientasi pada peningkatan soft skills dan kapasitas sumber daya manusia.
Dari gagasan besar hingga menjadi kampus siber berlisensi resmi, UNSIA membuktikan bahwa pendidikan tinggi Indonesia mampu bertransformasi mengikuti zaman. ***




