POJOKSATU.id – Tahukah kamu bahwa banyak kata dalam Bahasa Indonesia yang ternyata berasal dari Bahasa Portugis?

Kata-kata ini sudah sangat akrab di telinga kita, bahkan sering digunakan tanpa kita sadari asal usulnya.

Pengaruh Portugis terhadap bahasa Indonesia tidak terjadi begitu saja.

Hal ini merupakan bagian dari sejarah panjang hubungan antara kedua bangsa, yang mencakup penjajahan, perdagangan, hingga asimilasi budaya.

Baca Juga: Bahasa Portugis Masuk Sekolah, DPR Minta Tetap Prioritaskan Bahasa Nasional : Apa Relevansinya buat Pelajar?

Ketika bangsa Portugis datang ke Nusantara pada abad ke-16, mereka tidak hanya mencari rempah-rempah, tetapi juga membawa bahasa, agama, dan kebiasaan mereka.

Melalui interaksi yang intens dengan penduduk lokal, terjadilah pertukaran budaya yang cukup kuat, termasuk dalam hal bahasa.

Selain faktor penjajahan dan perdagangan, pernikahan antara orang Indonesia dengan orang Portugis juga memperkuat proses akulturasi ini.

Dari pertemuan dua budaya tersebut, lahirlah sejumlah kata baru yang kini menjadi bagian dari Bahasa Indonesia modern.

Baca Juga: Mengapa Bahasa Portugis Jadi Prioritas di Sekolah Kita? Ini 10 Fakta yang Bikin Kamu Terkejut

Banyak pula bangunan bersejarah dan situs peninggalan masa itu yang menjadi saksi nyata hubungan antara Indonesia dan Portugis.

Berikut ini beberapa kata serapan dari Bahasa Portugis yang masih kita gunakan hingga sekarang:

-Gudang: Berasal dari kata Portugis gudao, yang berarti tempat penyimpanan barang. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini digunakan untuk menyebut tempat penyimpanan besar untuk barang dagangan.

-Minggu: Kata ini diserap dari domingo, yang berarti hari Minggu atau hari Tuhan dalam konteks keagamaan Katolik Portugis.

-Kemeja: Berasal dari kata camisa, yang berarti pakaian bagian atas dengan kerah dan kancing di bagian depan.

-Natal: Dari kata natal dalam Bahasa Portugis yang juga berarti kelahiran, merujuk pada hari kelahiran Yesus Kristus.

Baca Juga: Pemkot Kediri Berangkatkan Kontingen Pramuka Garuda ke Coban Talun

Kereta: Serapan dari carreta, yang berarti gerobak besar beroda yang digunakan untuk mengangkut barang.

-Palsu: Berasal dari kata falso, yang berarti tidak asli atau tidak benar.

-Pesta: Dari kata fiesta, yang berarti perayaan atau acara meriah.

-Sabtu: Serapan dari sabado, yang berarti hari Sabtu.

-Tolol: Berasal dari tolo, yang berarti bodoh atau kurang cerdas.

-Inggris: Dari kata ingles, sebutan untuk orang Inggris dalam Bahasa Portugis.

-Belanda: Serapan dari bolanda, sebutan bangsa Portugis untuk orang Belanda.

Baca Juga: Perbedaan Mekanisme Pembayaran TPG 100 Persen Bagi 3 Kategori Guru!

-Sepatu: Dari kata sapato, yang berarti alas kaki.

-Gereja: Berasal dari kata igreja, yang berarti tempat ibadah umat Kristen.

-Kampung: Dari kata campo, yang berarti daerah atau lapangan terbuka.

-Jendela: Serapan dari kata janela, yang berarti bukaan pada dinding rumah untuk keluar masuknya cahaya dan udara.

Dari daftar tersebut, terlihat jelas betapa dalamnya pengaruh bahasa Portugis terhadap kosa kata kita.

Kata-kata itu kini sudah sepenuhnya melekat dalam identitas Bahasa Indonesia, bahkan sering kali tidak lagi terasa sebagai bahasa asing.

Baca Juga: TPG Triwulan 3 Sudah Dibayarkan Tetapi TW 1 dan 2 Belum Juga Dicairkan, Solusi Apa yang Bisa Dilakukan? Simak Penjelasannya!

Bahasa, sebagaimana budaya, adalah cermin dari perjalanan panjang sebuah bangsa.

Jejak Portugis dalam Bahasa Indonesia menjadi bukti bahwa interaksi antarbangsa dapat melahirkan kekayaan linguistik yang memperkaya khazanah bahasa kita.

Dengan memahami asal-usul kata serapan ini, kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengenali sejarah dan dinamika kebudayaan yang membentuk jati diri bangsa Indonesia hingga hari ini. ***