POJOKSATU.id - Awal tahun 1982 menjadi tonggak penting lahirnya pendidikan dakwah Thawalib Jakarta.

Pada masa itu, diselenggarakan “Kuliah Da’wah 6 Bulan Thawalib Jakarta” dengan jadwal perkuliahan tiga kali sepekan, setiap Senin, Rabu, dan Sabtu.

Kegiatan akademik ini bertempat di Kompleks Masjid Al Ghuraba’, Rawamangun, yang kala itu berada di belakang terminal dan menjadi pusat aktivitas keilmuan serta dakwah.

Program Kuliah Dakwah 6 Bulan tersebut hanya berlangsung satu angkatan dengan jumlah mahasiswa sekitar 20 orang.

Salah satu peserta yang tercatat adalah Abdul Asyaro Aziz.

Baca Juga: Pemerintah Brunei Buka Beasiswa BDGS 2026, Pendaftaran Ditutup 15 Februari 2026, Cek Persyaratannya

Meski singkat, program ini diampu oleh tokoh-tokoh nasional dan ulama terkemuka, di antaranya Prof KH Zainal Abidin Ahmad, Prof H Osman Raliby, H Nawawi Duski, Drs H Arif Rahman Hakim, Dr H Fachrudin, H Tamar Djaja, HIAL Datuk Nan Sati, H Djamal Djamil, serta Drs Anwar Kasim.

Sejumlah tokoh nasional juga hadir sebagai dosen tamu, seperti Dr M Natsir, HMD Datuk Panglimo Kayo, HM Junan Nasution, dan H Mawardi Noor.

Seiring antusiasme yang terus tumbuh, pada Agustus 1982 dibuka penerimaan mahasiswa angkatan pertama “Akademi Da’wah dan Publisistik Thawalib Jakarta”.

Akademi ini kemudian resmi dilaunching setahun setelahnya, tepat pada 19 Agustus 1983, sebagai bentuk penguatan kelembagaan pendidikan dakwah yang lebih terstruktur.

Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru Januari 2026 Mulai Cair, Ini Skema Validasi Data dan Cara Amankan Hak Bayar Sampai Semester Akhir

Dalam perjalanannya, Prof KH Zainal Abidin Ahmad dipercaya sebagai Direktur Akademi Da’wah dan Publisistik Thawalib Jakarta.

Namun, kepemimpinan beliau harus terhenti karena wafat pada Selasa, 26 April 1983.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi sivitas akademika sekaligus momentum konsolidasi organisasi.

Melalui rapat yang digelar pada Mei 1983 di Kampus Thawalib Salemba Tengah, sejumlah tokoh nasional dan pengurus yayasan hadir untuk menentukan arah kepemimpinan selanjutnya.

Baca Juga: TPG Pertama Menanti Lulusan PPG 2025, Ini Syarat Resmi agar Tidak Gagal Cair

Rapat tersebut dihadiri antara lain oleh Dr M Natsir, HM Joesoef Ahmad, H Nawawi Duski, H Djamal Djamil, H Kasim Ahmad, HIAL Datuk Nan Sati, dan H Oemar Bakry.

Hasil rapat menetapkan H Oemar Bakry Datuk Tan Besar sebagai pengganti almarhum Prof KH Zainal Abidin Ahmad.

Pada masa kepemimpinan H Oemar Bakry, tepatnya tahun 1984, Akademi Da’wah dan Publisistik Thawalib Jakarta mengalami perubahan status menjadi Sekolah Tinggi Da’wah dan Publisistik (STDP) Thawalib Jakarta.

Saat itu, Ketua Yayasan Thawalib dan Dekan STDP masih diperbolehkan dirangkap.

Baca Juga: Rp300 Triliun Raib? GILA! Jaksa Agung Bongkar Skandal Tindak Pencucian Uang di Indonesia Sepanjang 2025!

Namun, pada tahun 1985 terbit peraturan yang melarang rangkap jabatan.

Posisi Ketua Yayasan tetap dipegang H Oemar Bakry, sementara jabatan Dekan STDP diamanahkan kepada Prof Anton Timur Djaelani.

Sejak saat itu, STDP Thawalib terus melangkah menuju penguatan legalitas dan mutu pendidikan.

Proses pengurusan status terdaftar dilakukan hingga akhirnya berkembang menjadi STAI Thawalib, sebagai institusi pendidikan Islam yang berorientasi pada dakwah, keilmuan, dan kemandirian.

Baca Juga: TPG TW 4 Kurang Bayar? Ini Penjelasan Resmi dan Cara Memastikan Kekurangan Tetap Dibayar

Dalam arah pengembangannya, Thawalib menetapkan visi menjadi pusat kependidikan dan dakwah yang mandiri, berkualitas, dan Islami pada tahun 2028.

Visi tersebut dijabarkan dalam misi menyiapkan tenaga pendidik, kependidikan, serta dai yang berpegang pada Panca Darma Thawalib, yakni Hubb al-ilmi, Hubb al-ijtihad, Hubb al-jihad, Hubb al-itimad ‘ala al-nafs, dan Hubb al-ikhlas.

Selain itu, Thawalib berkomitmen melaksanakan pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Berbasis kemandirian, mengembangkan ilmu pengetahuan dan dakwah bernuansa Islam, menjunjung tinggi akhlak mulia, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sarana prasarana pembelajaran, serta menjalin kerja sama dalam pengembangan pendidikan.

Baca Juga: TPG Guru Kini Cair Per Bulan, Ini Tanda-Tanda di Info GTK dan Cara Memastikan Anda Masuk Gelombang Awal

Dari sebuah kuliah dakwah sederhana di Masjid Al Ghuraba’ hingga menjelma menjadi institusi pendidikan Islam yang berkarakter kuat.

Thawalib Jakarta menorehkan perjalanan panjang yang sarat nilai keilmuan, keikhlasan, dan pengabdian demi mencetak generasi pendidik dan dai yang membawa cahaya Islam bagi umat dan bangsa. ***