POJOKSATU.id - Setiap mahasiswa di perguruan tinggi, pasti berkeinginan untuk menyelesaikan skripsi dengan baik dan mendapatkan nilai memuaskan.

Namun, yang selalu menjadi penghambat mahasiswa adalah plagiarisme yang seringkali dianggap sepele.

Tindakan plagiarisme sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan mahasiswa, karena berpotensi untuk merusak reputasi akademis hingga penolakan skripsi oleh penguji.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara menghindari plagiarisme dan beralih ke penggunaan teknik penulisan yang tepat dan benar.

Berikut ini, lima tips mahasiswa agar terhindar dari plagiarisme saat penyusunan skripsi.

Baca Juga: Dari Kolektor Mobil ke Korban Penjarahan, Sahroni Curhat Kolor Diambil, Publik Justru Tak Peduli!

Direct Plagiarism

Direct plagiarism adalah jenis plagiarisme yang menyalin teks atau kalimat dari sumber lain, tanpa menyertakan tanda kutip atau rujukan yang sesuai dengan aturan.

Di antara banyaknya pelanggaran plagiarisme, kesalah ini adalah salah satu jenis pelanggaran yang banyak dilakukan oleh kalangan mahasiswa.

Paraphrashing Plagiarism

Jenis kedua adalah paraphrasing plagiarism, yaitu berupa tindakan mengubah teks atau kalimat dari sumber seperti jurnal dan proposal, tanpa memberikan atribusi.

Salah satu contohnya adalah mengganti kata-kata dalam buku menjadi sinonim, namun tidak mencantumkan sumber.

Baca Juga: Jangan Cuma Nabung, Berikut 5 Tips Biar Kebiasaan Investasi Mulai Tumbuh

Mosaic Plagiarism

Mosaic plagiarism merupakan jenis plagiarisme yang menggabungkan potongan-potongan kalimat dari beberapa sumber, kalimat sendiri, dan tanpa sumber yang jelas.

Contohnya, mahasiswa mengambil 2-4 potongan kalimat dari beberapa artikel atau jurnal kemudian dirangkai seolah kalimat tersebut hasil berpikir dan tulisan sendiri.

Self - Plagiarism

Jenis plagiarisme ini adalah penggunaan kembali karya tulis yang telah Anda publish sebelumnya, tanpa adanya rujukan atau izin dan keterangan.

Misalnya, menggunakan kembali bab pada penelitian terdahulu yang pernah dibuat dan di publish, namun tidak menyertakan keterangan bahwa itu merupakan karya sebelumnya.

Baca Juga: Amarah Rakyat Meledak! Dari Demo ke Penjarahan Rumah, Sahroni Akhirnya Keok di DPR!

Translation Plagiarism

Terakhir, translation plagiarism yaitu mengubah karya asli dengan cara menerjemahkan melalui bahasa asing, kemudian diakui sebagai karya sendiri tanpa sumber.

Sebagai contoh, Anda menerjemahkan artikel atau jurnal Internasional ke bahasa Indonesia tanpa menyertakan nama penulis aslinya.

Dalam membuat karya tulis, khususnya pada penyusunan skripsi, sangat penting untuk menghindari plagiarisme dan dapat menggunakan cara yang lebih aman yaitu menyertakan rujukan dan teknik penulisan yang benar.

Dengan mengetahui jenis-jenis plagiarisme yang sering terjadi di dunia akademik, Anda dapat menghindari terjadinya pelanggaran dan berfokus pada pembuatan karya tulis yang berkualitas dan orisinal.***