POJOKSATU.id, KABAR baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo. Pasalnya, pendaftaran seleksi peserta untuk kuliah di kampus Mesir itu akan dibuka mulai 1 Mei 2025.

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan telah membuka pendaftaran seleksi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, tahun akademik 2025.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menjelaskan seleksi calon mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Universitas Al-Azhar diperuntukkan bagi lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, dan satuan pendidikan muadalah yang memenuhi kriteria.

Baca Juga: Lagi-lagi Dihujat Netizen Gegara Salah Lirik saat Menyanyikan 'Pica Pica', Dewi Perssik Minta Maaf, Akui Memang Tak Hapal Lagu Itu

Berikut jadwal seleksi Beasiswa Kuliah di Al-Azhar Mesir 2025, mohon diperhatikan;

1. Pendaftaran dan verifikasi : 1-9 Mei 2025

2. Pengumuman Lulus Verifikasi : 10 Mei 2025

3. Simulasi CBT : 16 Mei 2025

4. Pelaksanaan CBT : 17 Mei 2025

5. Pengumuman Hasil CBT : 18 Mei 2025

6. Wawancara : 20-21 Mei 2025

7. Pengumuman Akhir : 24 Mei 2025

Setelah dinyatakan lulus seleksi nasional, nama-nama peserta akan diajukan ke Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin wa Al-Ajanib—lembaga resmi yang menangani mahasiswa asing di Universitas Al-Azhar. Para peserta kemudian akan mengikuti tahapan lanjutan seperti Ikhtibar Tahdid Mustawa.

Proses pemberkasan dan pendaftaran akhir ke Universitas Al-Azhar dilakukan secara mandiri oleh masing-masing calon mahasiswa. Informasi teknis terkait alur pendaftaran, serta persyaratan, bisa diakses melalui laman resmi https://diktis.kemenag.go.id/timteng12/2025.

Baca Juga: Kronologi Pembakaran Anak di Tangerang, Pelaku Merasa Terganggu dengan Suara Tangisan Korban Saat Keduanya Berhubungan

Info daftar ke konsorsium pusat bahasa penyelenggara, dapat dilihat di tautan https://shorturl.at/eHjcK.

Amien Suyitno mengungkapkan, program ini bukan hanya soal beasiswa atau pengiriman pelajar semata, tetapi merupakan ikhtiar strategis dalam menyiapkan generasi ulama intelektual yang berwawasan global dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Universitas Al-Azhar adalah simbol otoritas keilmuan Islam dunia. Dengan mengirim putra-putri terbaik bangsa ke sana, kita sedang menanam benih pemimpin masa depan yang mampu menjadi rujukan dalam menjembatani tradisi Islam klasik dengan dinamika peradaban modern,” ujar Suyitno di Jakarta, Rabu, 30 April 2025.

Baca Juga: Cawabup Ditangkap, Massa Tuntut Bawaslu RI Tindak Tegas Kejahatan Besar di PSU Bengkulu Selatan

Dia mengatakan program seleksi ini bukan sekadar pengiriman pelajar, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM unggul dan religius. Dengan menanamkan akar keilmuan yang kuat di pusat-pusat peradaban Islam dunia, Indonesia memperkuat fondasi kepemimpinan keagamaan masa depan.

“Kami percaya, lulusan Al-Azhar akan menjadi bagian penting dari wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan mencerahkan,” tukas Suyitno.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa proses seleksi akan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.

Baca Juga: Tegaskan ke Venna Melinda soal Kebersamaan dengan Verrell Bramasta Bukan Settingan, Fuji : MasyaAllah Anak Tante Sempurna Banget

Para peserta akan diseleksi secara ketat oleh lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi dalam pengembangan bahasa dan akademik.

Seleksi dilakukan secara nasional oleh Konsorsium Pusat Bahasa (KPB) yang tersebar di 15 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Proses seleksi menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dan wawancara, dan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2025.

“Ini bukan seleksi biasa. Kami ingin memastikan bahwa hanya pelajar yang benar-benar siap secara akademik dan mental yang akan mewakili Indonesia di Al-Azhar. Para peserta akan menghadapi ujian berbasis komputer yang terstandar, serta wawancara untuk menggali potensi dan kesiapan mereka,” pungkasnya. ***