POJOKSATU.id - Satu unggahan bisa muncul di layar ponsel hari ini, lalu dalam hitungan detik sudah beredar di banyak akun.

Nah, di tengah derasnya arus informasi seperti ini, kemampuan untuk memastikan kebenaran sebuah konten menjadi semakin penting.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang ditemukan di media sosial.

Sebab, media sosial kini bukan hanya tempat mencari hiburan atau berkomunikasi.

Platform digital juga menjadi ruang untuk memperoleh berita, pengetahuan, hingga berbagai informasi baru.

Masalahnya, tidak semua konten yang muncul memiliki informasi yang benar.

Ada pula informasi keliru, menyesatkan, bahkan konten yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian pengguna.

Jangan Terjebak Judul atau Video Pendek
Kebiasaan sederhana bisa dimulai ketika menemukan unggahan yang membuat kaget, penasaran, atau emosi.

Alih-alih langsung menekan tombol bagikan, pengguna disarankan berhenti sejenak dan memeriksa informasi tersebut.

Lihat siapa yang menyampaikan informasi dan dari mana sumber awalnya.

Jangan hanya terpaku pada judul, potongan video, atau satu gambar yang beredar.

Informasi juga perlu dibaca secara utuh agar konteksnya tidak terlewat.

Kalau perlu, bandingkan dengan sumber lain yang dapat dipercaya.

Wah, hal ini juga berlaku untuk foto dan video.

Konten lama bisa saja kembali muncul di media sosial dan dibagikan seolah-olah merupakan peristiwa terbaru.

Karena itu, tanggal, konteks kejadian, serta sumber asli sebuah konten menjadi bagian yang penting untuk diperiksa.

Literasi Digital Bukan Sekadar Bisa Pakai Medsos
Kemampuan menyaring informasi tersebut berkaitan dengan literasi digital.

Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan aplikasi atau membuat unggahan.

Lebih dari itu, pengguna perlu mampu membaca, memahami, mempertanyakan, dan menilai informasi sebelum menentukan apakah konten tersebut layak dipercaya dan dibagikan.

Dengan kebiasaan tersebut, pengguna tidak hanya menjadi penerima informasi.

Mereka juga memiliki peran dalam menentukan informasi seperti apa yang terus beredar di ruang digital.

Semakin banyak orang yang terbiasa melakukan pengecekan, semakin kecil peluang informasi yang keliru menyebar tanpa pertimbangan.

Cara Berkomunikasi Juga Perlu Dijaga
Menjadi pengguna media sosial yang cerdas ternyata bukan cuma perkara memilah informasi.

Cara berkomunikasi di ruang digital juga perlu diperhatikan.

Sebab, media sosial merupakan ruang bersama dan setiap tulisan, foto, video, maupun unggahan yang dibagikan dapat memberikan dampak kepada orang lain.

Media sosial bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif.

Misalnya berbagi pengetahuan, menunjukkan karya, berdiskusi dengan sehat, hingga memberikan dukungan kepada orang lain.

Jadi, sebelum mengetik komentar atau membagikan sebuah unggahan, ada baiknya mempertimbangkan dampaknya terlebih dahulu.

Teknologi digital terus berkembang dan membuat konten semakin beragam.

Bahkan, informasi tertentu kini dapat dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sangat meyakinkan.

Karena itu, pengguna tidak harus mengetahui semuanya untuk bisa menjadi cerdas di ruang digital.***