POJOKSATU.id - Harapan masyarakat untuk kembali mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai menguat.

Pemerintah disebut-sebut tengah menyiapkan pembukaan rekrutmen CPNS 2026 yang diperkirakan bakal menjadi salah satu seleksi paling dinanti oleh para pencari kerja, khususnya lulusan baru dan tenaga honorer.

Meski jadwal resmi belum diumumkan, antusiasme publik sudah terlihat di berbagai media sosial dan forum pencari kerja.

Banyak calon pelamar mulai mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi, mulai dari belajar materi CAT hingga melengkapi dokumen administrasi.

Baca Juga: Nasib Guru PPPK 2022 Akhirnya Jelas, Kontrak Dipastikan Diperpanjang

Namun di tengah persaingan yang diprediksi kembali ketat, ada satu hal yang justru sering membuat peserta gugur lebih awal.

Ironisnya, penyebab tersebut bukan berasal dari nilai ujian yang rendah, melainkan kesalahan administratif yang dianggap sepele.

Salah satu masalah yang paling sering terjadi saat pendaftaran CPNS adalah kesalahan dalam mengunggah pasfoto pada portal SSCASN.

Banyak pelamar menganggap tahap unggah foto hanya formalitas biasa.

Baca Juga: KORPRI Gandeng BTN, Jutaan PNS dan PPPK Ditarget Punya Rumah

Padahal, dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi administrasi.

Pada seleksi sebelumnya, tidak sedikit peserta gagal lolos administrasi hanya karena foto yang diunggah tidak sesuai ketentuan.

Ada yang salah memilih warna latar belakang, mengenakan pakaian yang tidak sesuai aturan, hingga ukuran file yang melebihi batas maksimal sistem.

Padahal, sistem SSCASN dikenal cukup ketat dalam membaca kelengkapan dokumen.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Didorong Naik Status, Gaji Diusulkan Ditanggung APBN

Kesalahan kecil dapat membuat berkas langsung ditolak secara otomatis tanpa ada toleransi tambahan.

Dalam ketentuan umum seleksi CPNS, pasfoto biasanya diwajibkan menggunakan pakaian formal berupa kemeja putih polos.

Untuk pelamar wanita berhijab, umumnya diminta menggunakan jilbab berwarna hitam polos agar tampilan foto terlihat rapi dan seragam.

Selain itu, peserta juga diminta menghindari penggunaan aksesori berlebihan maupun gaya foto yang dianggap tidak formal.

Baca Juga: Gaji dan Tunjangan PPPK Kini Setara PNS, Tapi Ada Perbedaan Besar di Bagian Ini

Posisi wajah harus terlihat jelas, menghadap lurus ke depan, serta memiliki pencahayaan yang baik agar mudah diverifikasi oleh panitia seleksi.

Warna latar belakang foto juga sering menjadi jebakan bagi para pelamar.

Sebagian instansi mewajibkan background merah, sementara instansi lain meminta latar biru.

Perbedaan aturan tersebut membuat peserta harus benar-benar teliti membaca pengumuman resmi dari instansi tujuan.

Baca Juga: TPG Non ASN Belum Masuk Rekening? Simak Penjelasan dan Solusinya

Tidak hanya soal tampilan foto, ukuran file digital juga menjadi persoalan klasik setiap pembukaan CPNS.

Banyak peserta gagal mengunggah dokumen karena ukuran file terlalu besar atau format foto tidak sesuai ketentuan.

Umumnya, portal SSCASN hanya menerima file berformat JPG atau JPEG dengan ukuran tertentu, misalnya maksimal 200 KB.

Jika ukuran file melebihi ketentuan, sistem biasanya akan langsung menolak unggahan tersebut.

Baca Juga: Potongan Pajak Masih 6 Persen Meski Punya NPWP, Guru Wajib Cek Hal Ini

Akibatnya, banyak pelamar panik menjelang penutupan pendaftaran karena harus berulang kali mengompres file agar bisa diunggah.

Dalam beberapa kasus, peserta bahkan gagal menyelesaikan proses submit sebelum batas waktu berakhir.

Karena itu, calon pelamar CPNS 2026 disarankan mulai menyiapkan seluruh dokumen sejak jauh hari.

Selain pasfoto, dokumen penting seperti KTP, ijazah, transkrip nilai, dan dokumen pendukung lainnya sebaiknya sudah dipindai dengan kualitas yang baik dan ukuran file yang sesuai.

Baca Juga: 5 Poin Penting SE Mendikdasmen No 10 Tahun 2026: Aturan Pembelajaran Tatap Muka dan Penguatan Karakter

Persaingan seleksi CPNS diperkirakan masih akan sangat tinggi pada 2026.

Status ASN yang identik dengan kestabilan pekerjaan, penghasilan tetap, serta jaminan masa depan tetap menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Dengan jutaan pelamar yang kemungkinan kembali memadati portal SSCASN, ketelitian dalam mempersiapkan administrasi menjadi hal yang tidak boleh dianggap remeh.

Sebab dalam seleksi CPNS, kesalahan sederhana justru bisa menjadi penyebab kandasnya peluang sebelum peserta memasuki tahap ujian.

Baca Juga: Kriteria Guru Honorer yang Masuk Penataan hingga Desember 2026, Simak Syarat Resminya

Masyarakat kini tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait pembukaan CPNS 2026.

Sambil menanti kepastian jadwal, para pejuang ASN diimbau terus memantau informasi resmi dan mempersiapkan seluruh persyaratan sejak dini agar tidak kehilangan kesempatan hanya karena kesalahan kecil.

***