POJOKSATU.id – Gerakan Pramuka Indonesia kembali bersiap menorehkan kiprah di level internasional. Kwartir Nasional (Kwarnas) resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 0055-00-J tertanggal 10 Februari 2026 tentang partisipasi dalam 26th World Scout Jamboree.

Jambore Pramuka Sedunia tahun 2027 akan digelar pada 30 Juli hingga 8 Agustus 2027 di Gdansk, Polandia.

Surat edaran tersebut telah disampaikan kepada seluruh Kwartir Daerah (Kwarda) se-Indonesia sebagai langkah awal pembentukan kontingen nasional.

Keikutsertaan Indonesia dalam Jambore Dunia bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan ajang strategis membangun karakter, kepemimpinan, serta jejaring persaudaraan global.

Baca Juga: Heboh! Parkir di Makassar Bakal Dibayar Setahun Sekali Lewat STNK, Bebas Parkir di Seluruh Kota
### Kuota Peserta dan Persyaratan Ketat

Dalam edaran tersebut, setiap Kwartir Daerah diminta mengirimkan dua peserta terbaik, terdiri dari satu Penggalang putra dan satu Penggalang putri.

Seleksi dilakukan secara berjenjang dan ketat agar yang terpilih benar-benar merepresentasikan kualitas Pramuka Indonesia.

Adapun persyaratan utama yang harus dipenuhi calon peserta meliputi:

1. Usia 14–16 tahun saat kegiatan berlangsung (kelahiran Agustus 2011–Agustus 2013).
2. Pramuka Penggalang tingkat Garuda.
3. Anggota aktif dengan Kartu Tanda Anggota Nasional (AyoPramukaKwarnas).
4. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat dokter.
5. Memiliki paspor aktif minimal 9 bulan sebelum keberangkatan.
6. Mengantongi izin resmi dari sekolah dan orang tua.
7. Menguasai bahasa Inggris aktif (lisan dan tulisan).
8. Sanggup membayar biaya partisipasi.

Baca Juga: PIP Anak TK Diperkirakan Cair Mei–Juni 2026, Bantuan Rp450 Ribu Siap Disalurkan

Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa Jambore Dunia bukan sekadar perjalanan luar negeri, melainkan forum internasional yang menuntut kesiapan mental, fisik, dan kemampuan komunikasi global.

Tahapan Pembentukan Kontingen Nasional

Proses pembentukan kontingen dilakukan secara sistematis dan terjadwal. Berikut alur yang telah ditetapkan Kwarnas:

1. Februari 2026 – Edaran pendaftaran dari Kwarnas
2. Februari–Maret 2026 – Seleksi oleh Kwartir Daerah
3. 31 Maret 2026 – Batas akhir pendaftaran ke Kwarnas
4. 1–30 April 2026– Penyerahan berkas ke Kwarnas
5. Mei 2026 – Verifikasi dan penetapan struktur kontingen
6. Juni, Agustus, Oktober 2026 – Pembayaran biaya bertahap

Tahapan ini dirancang agar proses seleksi berjalan transparan dan terukur, sekaligus memastikan kesiapan administratif dan teknis sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Selain di Pamekasan, Menu MBG Kelapa Muda Utuh Diberikan ke Siswa di Muara Badak Kukar

Estimasi Biaya dan Komponen Pembiayaan

Untuk mengikuti Jambore Dunia 2027, peserta diperkirakan menyiapkan biaya sebesar Rp67.233.000 per orang. Biaya tersebut mencakup beberapa komponen utama, yaitu:

1. Participation Fee dari panitia Jambore Dunia
2. Tiket pesawat dan paket perjalanan internasional
3. Perlengkapan kontingen (tenda, tas, jaket, seragam, badge, dan lainnya)
4. Pemusatan latihan kontingen
5. Visa

Kwarnas menegaskan bahwa estimasi biaya tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi kurs dan harga tiket saat pemesanan.

Meski nominalnya tidak kecil, pengalaman dan jejaring global yang diperoleh dinilai sebanding dengan investasi pendidikan karakter yang didapatkan peserta.

Baca Juga: Lengkap! Ini Daftar 96 BUMN dan Anak Usaha BUMN di Indonesia


Momentum Emas Generasi Penggalang

Jambore Dunia merupakan pertemuan Pramuka terbesar tingkat internasional yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai negara anggota World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Bagi Pramuka Penggalang Indonesia, kesempatan ini menjadi momentum emas untuk belajar lintas budaya, membangun kepemimpinan, serta memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan di panggung dunia.

Dengan diterbitkannya surat edaran ini, bola kini berada di tangan Kwartir Daerah untuk menyeleksi kader terbaiknya.

Tahun 2027 mungkin masih terasa jauh, namun proses pembentukan karakter dan kesiapan global dimulai hari ini. ***