POJOKSATU.id — Mulai tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menghapus menu jadwal pembelajaran dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Perubahan signifikan ini diumumkan melalui pembaruan Dapodik 2026, tepatnya pada daftar pembaruan nomor 9 dan 10.

Semua entri dan fungsi terkait jadwal telah dinonaktifkan secara permanen, dan sekolah tak lagi diwajibkan mengisi jadwal ke dalam sistem.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyederhanaan tata kelola data pendidikan sekaligus mengurangi beban administrasi operator sekolah yang selama ini menghadapi kompleksitas pengisian jadwal.

Mengapa Menu Jadwal Dihapus?

Selama bertahun-tahun, operator sekolah menghadapi berbagai kendala teknis dalam menginput jadwal pembelajaran.

Baca Juga: Cara MEMBUAT ROMBEL Siswa di Aplikasi Dapodik 2026, DEADLINE 31 Agustus, Versi Lama HAPUS DULU, Ini Langkah-Langkahnya

Hal ini paling terasa di jenjang SMP, SMA, dan SMK, di mana jumlah guru dan variasi mata pelajaran cukup banyak sehingga sering terjadi bentrok jadwal.

Sebaliknya, pada jenjang SD, pengisian jadwal relatif lebih sederhana karena sistem guru kelas.

Namun secara fungsional, pengisian jadwal sebenarnya tidak berpengaruh langsung terhadap validasi jam sertifikasi guru di Info GTK.

Bahkan di versi Dapodik sebelumnya, jadwal yang kosong hanya menghasilkan warning tanpa menyebabkan data menjadi invalid.

Atas dasar itu, Kemendikbudristek memutuskan untuk menonaktifkan fitur jadwal, agar fokus pengisian data dapat dialihkan ke komponen yang lebih penting seperti menu Pembelajaran dan tugas tambahan guru.

Bagaimana Validasi Jam Sertifikasi Dilakukan?

Pertanyaannya, jika jadwal dihapus, bagaimana sistem menghitung jam mengajar guru untuk kepentingan sertifikasi?

Jawabannya terletak pada menu Pembelajaran.

Di sinilah guru mencatat jumlah jam pelajaran per minggu untuk setiap mata pelajaran atau rombongan belajar.

Baca Juga: RESMI DIRILIS Dapodik Versi 2026, UNDUH Installer dan PANDUAN LENGKAP APLIKASI, Satuan Pendidikan Diminta Prioritaskan Pendataan Siswa Naik Kelas

Misalnya, untuk guru kelas SD, syarat minimal jam linear adalah 24 jam per minggu.

Selama entri tersebut tercatat lengkap dan sesuai dengan mata pelajaran yang linier dengan ijazah, maka validasi akan berjalan normal.

Data dari menu Pembelajaran ini otomatis tersinkronisasi ke laman Info GTK, yang menjadi rujukan resmi dalam proses verifikasi jam mengajar dan kelayakan tunjangan profesi.

Tugas Tambahan Juga Dihitung

Selain jam mengajar reguler, guru juga dapat menambahkan jam ekivalen melalui entri Tugas Tambahan, seperti wali kelas, pembina ekstrakurikuler, koordinator literasi, dan lainnya.

Tugas tambahan ini dihitung sebagai jam pelengkap untuk memenuhi batas minimal yang dibutuhkan dalam sertifikasi.

Namun, agar diakui sistem, tugas tambahan tersebut harus dicatat sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Manfaat dan Tantangan

Kebijakan ini membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi pengelola sekolah. Berikut di antaranya:

Keuntungan:

  • Mengurangi beban kerja operator, terutama di jenjang SMP hingga SMK yang padat jam pelajaran.

  • Mengurangi risiko kesalahan bentrok jadwal, karena input tidak lagi memuat pembagian waktu yang rumit.

  • Mempercepat validasi ke Info GTK, sebab data lebih fokus pada elemen inti: Pembelajaran dan Tugas Tambahan.

Tantangan:

  • Perlu adaptasi pola kerja, khususnya bagi operator yang terbiasa menyusun jadwal.

  • Tuntutan ketelitian meningkat, karena validasi sertifikasi kini sangat bergantung pada akurasi data Pembelajaran.

Baca Juga: Dana TPG 2024 Belum Diterima, Rekening Guru Berubah? Tidak Hangus, UPDATE Dapodik dan Validasi Data Harus Cepat

  • Butuh sosialisasi lebih luas, agar guru tidak keliru memahami proses validasi jam sertifikasi.

Menyesuaikan Diri dengan Dapodik 2026

Agar transisi berjalan lancar, berikut langkah-langkah yang disarankan bagi operator sekolah dan guru:

  1. Pantau Informasi Resmi
    Cek secara berkala situs dapodik.kemdikbud.go.id serta pengumuman di dashboard aplikasi Dapodik.

  2. Fokus pada Menu Pembelajaran
    Pastikan jumlah jam, mata pelajaran, dan kesesuaian linier dengan ijazah diisi lengkap dan benar.

  3. Hindari Pemecahan Kode Mapel
    Khusus di SD, jangan memecah mapel guru kelas menjadi banyak kode karena berisiko membuat data tidak valid.

  4. Input Tugas Tambahan
    Masukkan semua bentuk tugas tambahan secara lengkap dan tepat.

  5. Ikuti Pelatihan Dapodik
    Manfaatkan pelatihan daring, webinar, atau bimtek yang disediakan dinas pendidikan setempat.

  6. Gabung Komunitas Operator Sekolah
    Forum seperti Facebook Group, Telegram, atau YouTube Channel bisa jadi sumber berbagi pengalaman dan solusi teknis.

Efisiensi yang Menguntungkan

Meski awalnya terasa asing, penghapusan menu jadwal ini merupakan upaya positif dalam menyederhanakan manajemen administrasi sekolah.

Baca Juga: Jawab Tantangan Pendidikan Anak, Kurikulum Holistik dan Integratif Jadi Strategi di PAUD, Bapak Ibu Guru Penting Tahu Ini!

Operator tidak perlu lagi disibukkan dengan pengisian jadwal yang rentan kesalahan, dan guru tetap bisa memperoleh tunjangan sertifikasi sepanjang data Pembelajaran diisi dengan baik.

Dengan adaptasi yang tepat, kebijakan ini dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kelayakan data pendidikan Indonesia ke depannya.

Bagaimana menurut bapak ibu?

Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang bisa dibagi? Tulis di kolom komentar ya.

Baca Juga: Kamu Masih Ingat Pramuka? Sekarang Wajib Lagi, Serius!

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: