POJOKSATU.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang paling diminati dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.
Dengan tingkat persaingan yang ketat, beberapa Fakultas dan Sekolah di ITB menempati posisi teratas dalam daftar program studi dengan tingkat keketatan tertinggi.
Berdasarkan data dari Direktorat Pendidikan ITB, lima Fakultas/Sekolah dengan tingkat persaingan tertinggi di ITB pada SNBT 2024 adalah:
1. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-K) – 3%
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Komputasi atau STEI-K merupakan Fakultas/Sekolah dengan tingkat keketatan tertinggi di ITB pada SNBT 2024, yakni hanya sekitar 3% dari total pendaftar yang diterima.
STEI-K mencakup Program Studi Teknik Informatika serta Sistem dan Teknologi Informasi, yang dikenal dengan kurikulum berbasis teknologi mutakhir dan inovasi digital.
Baca Juga: Dibuka hingga 27 Maret, UIN Jakarta Tawarkan 26 Prodi untuk Pendaftar Jalur UTBK SNBT
2. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM-G) – 4%
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Kampus Ganesha atau FTTM-G menempati posisi kedua dalam daftar ini dengan tingkat keketatan sebesar 4%.
FTTM ITB memiliki program studi di bidang energi dan sumber daya bumi, mencakup Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika, dan Teknik Metalurgi.
Program tersedia untuk jenjang S1, S2, dan S3, termasuk spesialisasi di Teknik Geotermal.
Fakultas ini berfokus pada pengembangan teknologi eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
3. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM-G) – 4%
Sekolah Bisnis dan Manajemen Kampus Ganesha atau SBM-G memiliki tingkat persaingan yang sama dengan FTTM-G, yaitu sejumlah 4%.
Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBM ITB) didirikan pada 2003 dan menawarkan program S1, S2, dan S3 di bidang bisnis dan manajemen.
SBM ITB berfokus pada inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan dengan metode pembelajaran interaktif dan studi kasus bisnis.
Akreditasi internasionalnya mencakup ABEST dan AACSB, serta peringkat QS World University Ranking untuk bidang Business and Management Studies.
Lulusannya banyak diminati oleh perusahaan besar dan memiliki prospek karier di berbagai sektor bisnis.
4. Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK-G) – 5%
Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Kampus Ganesha atau SAPPK-G, menjadi salah satu Fakultas/Sekolah dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, yaitu 5%.
Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB didirikan pada 2005 dan menawarkan program S1, S2, dan S3 di bidang Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Transportasi, Rancang Kota, Studi Pembangunan, serta Arsitektur Lanskap.
SAPPK memiliki sembilan kelompok keahlian yang mendukung riset dan pengembangan di bidang arsitektur, perencanaan, serta kebijakan pembangunan.
5. Fakultas Teknologi Industri (FTI-RI) – 5%
Fakultas Teknologi Industri Rekayasa Industri (FTI-RI), juga memiliki tingkat keketatan sebesar 5%, menunjukkan bahwa persaingan masuk ke fakultas ini cukup tinggi.
Rumpun FTI-RI ini mencakup Program Studi Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa.
Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB didirikan pada 1973 dan menawarkan program studi di Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Industri, Manajemen Rekayasa Industri, Teknik Bioenergi dan Kemurgi, serta Teknik Pangan.
FTI berfokus pada riset dan pengembangan di teknologi manufaktur, logistik, dan digitalisasi industri. Lulusannya memiliki prospek luas di berbagai sektor industri.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman SNPMB di https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/
Dengan tingkat keketatan yang cukup tinggi ini, para calon mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin. ***




