POJOKSATU.id - Tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengembangkan prototipe baterai isi ulang aluminium-udara berbasis air atau hydro-aluminium bernama AluBayu.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim dari Departemen Teknik Kimia ITS, khususnya Laboratorium Elektrokimia dan Korosi.
Pengembangan AluBayu menjadi bagian dari upaya ITS menghadirkan inovasi teknologi penyimpanan energi yang berkelanjutan, aman, sekaligus ramah lingkungan.
Baterai Dual-Hydrogel
AluBayu menggunakan sistem dual-hydrogel yang membuatnya memiliki dua jenis elektrolit berbeda pada bagian anoda dan katoda.
Baca Juga: Xiaomi Pad 9 Pro Jadi Sorotan, Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh Jadi Andalan
Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.E., selaku ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa komponen baterai tersebut memanfaatkan sejumlah sumber daya yang tersedia secara lokal.
Bagian anoda menggunakan aluminium. Sementara itu, elektrolit padatnya berupa gel polymer electrolyte yang dibuat dari sabut kelapa.
Adapun elektrolit cair memanfaatkan NaCl dari air laut. Sementara bagian katoda menggunakan material yang bersumber dari nikel dan besi.
Pemanfaatan dua jenis elektrolit tersebut menjadi salah satu keunggulan AluBayu.
Sistem elektrolit ganda berfungsi memisahkan jenis elektrolit pada kutub anoda sebagai kutub negatif dan katoda sebagai kutub positif.
Baca Juga: Kemenyan Indonesia Bisa Bernilai 20 Kali Lipat, UGM Dorong Hilirisasi hingga Jadi Parfum
“Pemanfaatan dua jenis elektrolit yang berbeda itu berfungsi dalam mengoptimalkan reaksi kimia antara logam aluminium dan oksigen udara,” kata Heru dikutip dari ITS.
Spesifikasi Prototipe AluBayu
Saat ini, satu modul prototipe AluBayu terdiri dari 20 sel berukuran kompak, yakni sekitar 4×6 sentimeter.
Bobot satu modul tersebut sekitar 20,2 gram. Sementara tegangan nominal yang dihasilkan mencapai sekitar 11,6 volt.
Untuk nilai arus dan daya eksisting, prototipe saat ini berada di kisaran 0,15 mA.
Dengan karakteristik tersebut, AluBayu dinilai memiliki prospek untuk digunakan pada aplikasi tertentu, terutama perangkat yang membutuhkan sumber energi ringan dan praktis.
Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Masuk Top 22 Kampus Juara Terbanyak PEKSIMINAS XVIII 2026
Didukung Pertamina hingga Tahap Hilirisasi
Pengembangan AluBayu juga mendapatkan dukungan pendanaan dari PT Pertamina (Persero) untuk pengembangan strategis yang mendukung kemandirian teknologi nasional.
Dukungan tersebut bahkan diarahkan agar inovasi AluBayu dapat terus dikembangkan hingga memasuki tahap hilirisasi.
Senior Specialist Technology Innovation Downstream dan New Energy PT Pertamina (Persero), Haryo Satria, menilai AluBayu memiliki potensi untuk digunakan pada perangkat penunjang kondisi darurat.
“Dengan keunggulan yang ringan dan berbasis bahan baku ramah lingkungan, AluBayu sangat potensial untuk diaplikasikan pada perangkat penunjang darurat,” kata Haryo dikutip dari ITS.
Baca Juga: Kemensos Siapkan Agen Perlinsos untuk Bantu Akses Bansos, Bukan Penentu Penerima
Meski demikian, teknologi tersebut masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Salah satu catatan yang perlu diperbaiki adalah daya tahan baterai yang masih relatif lemah.
Haryo mengatakan prototipe AluBayu akan dibawa ke Jakarta untuk ditelaah dan dikaji lebih lanjut bersama pihak terkait.
“Prototipe yang ada akan kita bawa ke Jakarta untuk ditelaah dan dikaji lebih lanjut bersama arah kebijakan manajemen perusahaan,” lanjutnya.
Pengembangan AluBayu menunjukkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat mendorong pemanfaatan bahan baku lokal menjadi teknologi energi baru.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Alasan Dicopot dari Menkeu, Perombakan Ratusan Pejabat Ikut Disorot
Bagi ITS, inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau.
Jika terus dikembangkan, AluBayu bukan sekadar prototipe baterai ringan, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu inovasi penyimpanan energi yang menggabungkan teknologi, bahan baku lokal, dan prinsip keberlanjutan. ***




