POJOKSATU.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi membuka program beasiswa penuh bagi mahasiswa asal Palestina.
Program ini menjadi wujud nyata kepedulian ITS dalam membuka akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus mendukung mahasiswa Palestina di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Beasiswa tersebut tidak hanya mencakup pembebasan biaya pendidikan, tetapi juga tunjangan biaya hidup selama masa studi.
Kesempatan ini terbuka untuk seluruh jenjang pendidikan tinggi, mulai dari Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3).
Rektor ITS, Prof. Dr. Bambang Pramujati, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi ITS sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas dalam pendidikan global.
“Dengan kerja sama seluruh pihak, kita dapat mewujudkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan bagi calon pemimpin masa depan dari Palestina,” ujar Bambang, Minggu, 21 Desember 2025.
Kuota dan Cakupan Beasiswa ITS untuk Palestina
Beasiswa mahasiswa Palestina di ITS akan dialokasikan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan pendanaan institusi. Untuk jenjang Sarjana (S1), ITS menyiapkan kuota hingga 100 mahasiswa dengan pembebasan penuh biaya pendidikan.
Sementara itu, pada jenjang Magister (S2) tersedia kuota untuk 12 mahasiswa.
Baca Juga: Hampir 1 Bulan Bencana Banjir Sumatera, 175 Orang Belum Ditemukan Petugas Gabungan
Adapun jenjang Doktoral (S3) disiapkan bagi 10 mahasiswa Palestina yang memenuhi kriteria seleksi akademik.
Tidak hanya biaya kuliah, seluruh penerima beasiswa dari ketiga jenjang tersebut juga akan memperoleh tunjangan biaya hidup selama menjalani masa studi di ITS.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa fokus pada kegiatan akademik tanpa terbebani persoalan finansial.
Syarat dan Proses Seleksi Beasiswa Palestina di ITS
Dalam proses seleksi, calon penerima beasiswa diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan akademik.
Salah satu syarat utama adalah kemampuan bahasa Inggris yang memadai, yang dibuktikan melalui nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL).
Baca Juga: TPG Guru dalam Kebijakan Anggaran Nasional, Pemerintah Tegaskan Komitmen Jangka Panjang
Prof. Bambang menjelaskan bahwa seleksi kemampuan bahasa Inggris menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterima secara penuh dalam sistem perkuliahan ITS.
“Seleksi bahasa Inggris ini penting agar mahasiswa yang diterima dapat mengikuti program persiapan bahasa terlebih dahulu, sebelum akhirnya beradaptasi dengan sistem perkuliahan reguler yang sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia,” jelasnya.
Program persiapan bahasa tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa asing memahami sistem akademik, budaya kampus, serta proses pembelajaran di ITS agar dapat mengikuti perkuliahan secara optimal.
Dampak dan Harapan ITS ke Depan
Melalui program beasiswa ini, ITS berharap dapat menarik talenta-talenta terbaik dari Palestina untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: TPG TW3 dan TW4 2025 Tertahan karena Administrasi, Pemerintah Tegaskan Bukan Masalah Anggaran
Kehadiran mahasiswa internasional juga diharapkan mampu memperkaya iklim akademik dan riset di lingkungan kampus.
Di sisi lain, program ini turut memperkuat peran ITS dalam diplomasi kemanusiaan Indonesia di tingkat global.
Pendidikan dipandang sebagai jembatan penting untuk membangun masa depan yang lebih damai dan berkelanjutan.
Bagi ITS sendiri, langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat reputasi sebagai universitas riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial global. ***




