POJOKSATU.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sejauh ini belum menentukan apakah nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan dijadikan syarat seleksi mahasiswa baru 2026.
“Soal TKA masih dibahas,” kata Irwan Meilano, Wakil Rektor ITB bidang akademik dan kemahasiswaan, Selasa (12/1/2026).
Di laman penerimaan ITB, untuk jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), penilaian utama tetap mengacu pada nilai rapor dan prestasi akademik maupun nonakademik siswa, dengan maksimal tiga prestasi terbaik.
Khusus calon mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), penilaian juga berdasarkan portofolio seni rupa, desain, dan kriya.
Selain itu, ITB menetapkan beberapa persyaratan tambahan, seperti tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa program sarjana ITB dan persyaratan tidak buta warna total maupun parsial bagi calon pendaftar ke beberapa program tertentu, termasuk Sekolah Farmasi, SITH program sains, FTTM, FSRD, dan Program Studi Kimia (FMIPA-IPA).
Sementara untuk SITH program rekayasa, teknik kimia, dan teknik pangan, ketentuan buta warna total atau parsial diperbolehkan.
Baca Juga: Innalillah, Ali Syafiq Ditemukan Meninggal Dunia di Lereng Gunung Slamet dalam Cuaca Kabut Tebal
Di sisi lain, UPI juga masih menunggu keputusan resmi dari kementerian mengenai penggunaan TKA dalam seleksi mahasiswa baru.
“Informasi dari Direktorat Pendidikan UPI saat ini masih menunggu kejelasan kebijakan secara nasional dari kementerian tentang penggunaan TKA ini,” ujar Vidi Sukmayadi, Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Senin (12/1/2026).
Sebelumnya, Universitas Padjadjaran (Unpad) memastikan tidak akan menggunakan nilai TKA untuk seleksi masuk PTN.
Baca Juga: Mulai Januari 2026, Kehadiran Anak Sekolah Jadi Syarat Mutlak PKH, Absen Minimal 85 Persen
Rektor Arief S. Kartasasmita menyebut jalur SNBP Unpad tetap mengacu pada nilai rapor dan prestasi akademik.
“Kami menggunakan nilai rapor sebagai patokan utama, TKA mungkin hanya sebagai pembanding saja kalau memang diperlukan,” jelas Arief.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Hinduan, menambahkan bahwa TKA dipakai hanya untuk melihat kesetaraan sekolah.
Jalur lain seperti SNBT tetap mengacu pada nilai UTBK, sedangkan seleksi mandiri Unpad tidak menggunakan TKA karena kebijakan ini bersifat non-nasional.
Keputusan ITB dan UPI yang masih menunggu kejelasan ini menjadi penting bagi ribuan calon mahasiswa. ***




