POJOKSATU.id - Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 memang sudah berakhir. Namun, ajang yang mempertemukan ratusan talenta sains terbaik dari berbagai daerah itu ternyata masih menyisakan persoalan.
OSN Jenjang Pendidikan Menengah 2026 resmi ditutup pada 19 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
Sebanyak 566 finalis mengikuti kompetisi nasional dalam sembilan cabang, mulai dari Astronomi, Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Informatika, Kebumian, Kimia hingga Matematika.
Sehari setelah penutupan, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengungkap adanya kecurangan yang terdeteksi selama pelaksanaan tes pada 16 dan 17 September 2026.
Temuan tersebut membuat perhatian publik kembali tertuju pada pelaksanaan OSN 2026, termasuk setelah muncul pembahasan di media sosial yang mengaitkan dugaan pelanggaran dengan peserta dari MAN Insan Cendekia Serpong (MAN IC Serpong).
MAN IC Serpong kemudian memberikan pernyataan melalui akun Instagram resminya, @official_manics, pada Senin, 21 September 2026.
MAN IC Serpong Tegaskan Soal Integritas
Dalam pernyataannya, MAN IC Serpong menegaskan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prinsip kejujuran dan integritas akademik.
"Menanggapi situasi yang beredar mengenai pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. MAN Insan Cendekia Serpong tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prinsip kejujuran dan integritas akademik," tulis pihak madrasah.
MAN IC Serpong juga menekankan bahwa kejujuran merupakan fondasi dalam pendidikan dan prestasi.
"Setiap pencapaian harus diraih melalui proses yang jujur, sportif, dan bertanggung jawab. Bagi kami, nilai sebuah prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil, tetapi juga oleh integritas dalam proses mencapainya," lanjut pernyataan tersebut.
Madrasah tersebut juga menyatakan komitmennya untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK dengan iman dan takwa atau IMTAK.
Nilai tersebut disebut menjadi bagian dari ikhtiar MAN IC Serpong dalam membentuk murid yang berprestasi, berkarakter, berakhlak, dan berintegritas.
Ada Temuan Kecurangan di Final OSN 2026
Terlepas dari isu yang beredar di media sosial, Puspresnas memang telah mengumumkan adanya temuan kecurangan pada final OSN 2026.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan bersama Dewan Juri Nasional terhadap pelaksanaan tes pada sembilan cabang OSN dan satu ekshibisi.
Dari pemantauan tersebut, Puspresnas menyatakan mendeteksi kecurangan pada beberapa cabang, yakni Ekonomi, Astronomi, Matematika, dan Kebumian.
Pada cabang Matematika, misalnya, koordinator juri menyebut terdapat satu peserta yang membawa dan menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau AI dalam mengerjakan soal.
Puspresnas menegaskan penggunaan perangkat yang tidak diperkenankan dan membawa perangkat komunikasi saat tes termasuk pelanggaran berat berdasarkan ketentuan OSN.
Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi diskualifikasi.
Baca Juga: SKD STMKG 2026 Digelar, Cek Aturan Pakaian, Barang Bawaan hingga Nilai Ambang Batas
Sementara itu, sanksi terhadap satuan pendidikan maupun pihak lainnya akan dikaji lebih lanjut bersama Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.
Puspresnas juga menyatakan proses pemeriksaan dilakukan dengan mengamankan bukti dan informasi, melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait, serta menelaah proses dan hasil tes pada cabang yang terindikasi.
Dengan demikian, dugaan yang beredar di media sosial perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan resmi.
Puspresnas masih menjadi pihak yang menentukan tindak lanjut berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.
Prestasi MAN IC Serpong di OSN 2026
Di tengah ramainya persoalan tersebut, MAN IC Serpong juga tercatat sebagai salah satu madrasah yang meraih prestasi dalam OSN 2026.
Baca Juga: Babak Baru Karier Militer! TNI Tegas Nyatakan Kesiapan Terapkan Aturan Wajib Sertifikasi HAM!
Madrasah tersebut mengoleksi tiga medali emas pada OSN jenjang SMA/MA 2026. Raihan tersebut berasal dari cabang Kebumian dan Astronomi.
Dua medali emas diraih Bumi Jauhar Khawarizmi dan Muammar Akhtar Djanuarto pada cabang Kebumian.
Sementara itu, Muhammad Genta Ksatria Bumi meraih medali emas pada cabang Astronomi sekaligus memperoleh penghargaan Best Theory.
Artinya, tiga emas MAN IC Serpong berasal dari dua cabang tersebut, bukan dari Matematika.
Secara keseluruhan, OSN 2026 menghasilkan 45 peraih medali emas, 90 medali perak, dan 135 medali perunggu dari 566 finalis.
OSN Bukan Hanya tentang Medali
Polemik yang muncul setelah berakhirnya OSN 2026 kembali memperlihatkan bahwa kompetisi akademik tidak berhenti pada persoalan siapa yang mendapatkan medali.
Baca Juga: Jangan Langsung Percaya Medsos! Pelajaran Berharga dari Maraknya Penyebaran Hoaks Tokoh Agama
Puspresnas sendiri menegaskan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan OSN.
Pemerintah juga menyatakan proses pemeriksaan dilakukan untuk menjaga objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam kompetisi.
Sementara itu, MAN IC Serpong memilih menegaskan sikapnya mengenai kejujuran dan integritas akademik setelah munculnya isu yang ramai diperbincangkan.
Kini, publik masih menunggu tindak lanjut resmi terhadap temuan Puspresnas.
Yang jelas, OSN 2026 telah selesai dari sisi kompetisi, tetapi pembahasan mengenai integritas dalam proses meraih prestasi belum benar-benar berakhir. ***




