POJOKSATU.id — Lima mahasiswa Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi teknologi inklusif bernama ISARA.
ISARA merupakan singkatan dari Inovasi Komunikasi Dua Arah melalui Gerakan Isyarat, Teks, Gambar, dan Suara Berbasis Artificial Intelligence Menggunakan Kamera Smartphone.
ISARA dikembangkan oleh tim lintas jurusan Sistem Informasi dan Ilmu Komputer sebagai solusi cerdas untuk menjembatani komunikasi antara penyandang tunarungu wicara dan masyarakat umum.
Tim ISARA terdiri atas Lukman Hakim sebagai ketua, bersama Muhammad Aldi Alfatih, Stevelin Friska, Nurzahra Indriani, dan Viandra Maryam Azzahrah. Mereka dibimbing oleh Rozalina Amran, S.T., M.Eng., dosen ITH yang turut memfasilitasi riset dan uji coba pengembangan sistem.
Melalui penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ISARA mampu menerjemahkan gerakan isyarat menjadi teks dan suara.
Sebaliknya — juga bisa mengubah teks atau suara menjadi tampilan isyarat digital yang mudah dipahami. Inovasi ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dua arah yang lebih setara bagi penyandang tunarungu wicara.
“Tujuan kami sederhana, yakni menghadirkan teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi teman-teman difabel yang selama ini memiliki keterbatasan dalam berinteraksi,” ujar Lukman Hakim, ketua tim ISARA, Jumat, 23 10 Oktober 2025.
Dosen pembimbing Rozalina Amran menjelaskan, kolaborasi lintas jurusan menjadi kunci dalam pengembangan ISARA.
Menurutnya, integrasi antara keahlian rekayasa perangkat lunak dan kecerdasan buatan membuat sistem ini mampu belajar dan beradaptasi dengan berbagai gerakan isyarat secara real time.
Baca Juga: EDUTICON 2025 UNJA: Kolaborasi Internasional untuk Pendidikan Bahasa Inggris di Era Digital
“ISARA bukan hanya alat bantu komunikasi, tetapi juga cerminan bagaimana teknologi dapat menjadi sarana empati dan inklusi sosial,” tuturnya.
Kehadiran ISARA menambah deretan inovasi mahasiswa ITH yang berfokus pada teknologi untuk kemanusiaan. Kampus di Parepare, Sulawesi Selatan ini terus mendorong mahasiswa menciptakan solusi berbasis teknologi yang menjawab tantangan sosial di masyarakat.
Dalam waktu dekat, tim ISARA berencana mengembangkan versi aplikasi yang lebih ringan dan mudah diakses melalui smartphone.
Baca Juga: PROTANI, Inovasi Padi Unggul dari Unsoed yang Bikin Petani Panen Melimpah
Mereka juga akan bekerja sama dengan komunitas difabel di berbagai daerah untuk melakukan uji coba lapangan, sekaligus menyempurnakan fitur interaktifnya agar semakin responsif terhadap variasi bahasa isyarat lokal.
Selain itu, pengembangan berikutnya akan difokuskan pada penyempurnaan sistem pembelajaran mesin (machine learning) agar aplikasi mampu mengenali ekspresi wajah dan konteks percakapan, sehingga komunikasi yang terjadi lebih alami dan akurat.
Dampak sosial ISARA pun diprediksi besar. Inovasi ini tidak hanya membantu penyandang tunarungu wicara berinteraksi lebih bebas, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang pentingnya kesetaraan komunikasi.
Baca Juga: SKTP Terbit Tapi TPG Triwulan 3 Masih Belum Dicairkan? Ini Lho Ternyata 4 Hal yang Jadi Penyebabnya!
Dengan penerapan yang luas, ISARA berpotensi menjadi jembatan bagi terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif dan saling memahami.
“Inovasi seperti ISARA adalah wujud nyata semangat mahasiswa ITH dalam menerjemahkan ilmu menjadi manfaat bagi sesama,” tambah Rozalina.
ISARA menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi medium kemanusiaan — menghadirkan solusi, membangun empati, dan membuka jalan menuju dunia yang lebih setara bagi semua. ***




