POJOKSATU.id - Di tengah penantian bertahun-tahun, tidak heran Piloting PPG Daljab 2024 atau PPG Guru Tertentu 2024 langsung diserbu.
Akan tetapi sayangnya piloting program pendidikan profesi guru dalam jabatan 2024 ini tidak menyediakan kuota yang cukup besar.
Berdasarkan data, hanya ada sekitar 61 ribu guru saja yang terpanggil dan terpilih sebagai guru sample piloting.
Sementara proses pemanggilan dilakukan mulai 22 Juli sampai 26 Juli 2024.
Dengan demikian, maka hari Jumat 26 Juli 2024 adalah hari terakhir pemanggilan peserta piloting PPG Dalam Jabatan 2024 atau Piloting PPG Guru Tertentu 2024.
Dipastikan, proses pemanggilan calon peserta akan resmi ditutup pada pukul 23.59 WIB.
Namun ironisnya, ternyata banyak guru yang belum bersedia menjadi peserta piloting.
Di sisi lain, banyak guru yang sangat menyayangkan hal tersebut.
Pasalnya mereka sudah menunggu selama bertahun-tahun tapi belum juga terpanggil.
Apa penyebab guru belum bersedia jadi peserta Piloting PPG Guru Tertentu 2024 dan berapa jumlahnya?
Fakta by Data
Berdasarkan data yang diterima redaksi Pojoksatu.id, ada sejumlah fakta yang didapat terkait guru yang terpanggil Piloting PPG Dalam Jabatan 2024.
Pertama, bahwa guru dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPPK) jadi terbanyak yang terpanggil berdasarkan jenis kepegawaian.
Dengan total 69,6 persen, disusul guru honorer atau non ASN 22,1 persen dan guru PNS sebanyak 8,3 persen.
Kedua, bahwa berdasarkan jenjang, guru SD terbanyak terpanggil dengan 49.632 orang.
Kemudian guru SMP 5.831 orang, guru SMK 2.820 orang, guru SMA 1.795 orang, guru TK 1.518 orang, dan guru SLB 257 orang.
Ketiga, bahwa total jumlah peserta yang terpanggil program piloting ini ternyata tidak berjumlah 60 ribu.
Hal ini sedikit berbeda dengan yang disampaikan Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani beberapa waktu lalu.
Sebab berdasarkan data yang didapat, jumlah total peserta Piloting PPG Guru Tertentu berjumlah 61.853 orang.
Keempat bahwa peserta piloting ternyata bukan didominasi guru dengan usia 50 tahun atau lebih.
Malah yang terbanyak terpanggil adalah guru dengan usia di bawah 50 tahun.
Baca Juga: SIMAK CARA SERU Menyusun MODUL P5, Kesempatan Ini Dibuka Untuk Para Guru, Ada Sertifikat 4JP Gratis
Hal ini sejalan dengan pemaparan dalam artikel yang telah dibuat redaksi Pojoksatu.id sebelumnya.
Bahkan guru usia 50 tahun atau lebih tidak masuk lima besar usia guru terpanggil Piloting PPG Guru Tertentu.
Berikut ini rincian 5 besar urutan guru peserta piloting berdasarkan umur:
1. Usia 42 Tahun: 9.927
2. Usia 43 Tahun: 8.330
3. Usia 41 Tahun: 7.214
4. Usia 44 Tahun: 6.843
5. Usia 42 Tahun: 5.528
Sementara guru dengan usia 50 tahun hanya berjumlah 2.155 orang.
Usia guru paling senior yang terpanggil adalah umur 59 tahun dan itupun hanya ada 1 orang saja.
Penyebab Tidak Terpanggil
Masih berdasarkan data yang didapat redaksi Pojoksatu.id, ternyata ada beberapa penyebab tidak terpanggil Piloting PPG Daljab 2024 atau PPG Guru Tertentu 2024.
Perlu ditekankan bahwa ini adalah asumsi dari redaksi berdasarkan data yang didapat tadi.
Berikut ini rinciannya:
1. Umur di bawah 37 tahun dan di atas 59 tahun
Berdsarkan data, bahwa usia guru termuda yang terpanggil piloting adalah 37 tahun.
Dimana data mencatat bahwa jumlah guru 37 tahun yang terpanggil berjumlah 28 orang.
Sementara usia guru paling senior yakni usia 59 tahun yang terdapat 1 orang saja.
2. Kriteria pemilihan sasaran peserta piloting
Pada data disebutkan ada tiga kriteria pemilihan sasaran piloting.
Pertama, telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi pada tahun 2023 (memenuhi syarat peserta PPG).
Kedua, Peserta dipilah berdasarkan pemeringkatan usia dan riwayat terdata di Dapodik
Baca Juga: Cara Ajukan Berkas Piloting PPG Daljab 2024 Lengkap Langkah Selanjutnya Ikut PPG Guru Tertentu 2024
Ketiga, jumlah peserta diambil dengan mempertimbangkan keterwakilan dari 38 provinsi.
3. Kriteria pemilihan wilayah
Selain kriteria di atas, pertimbangan kondisi internet di wilayah juga jadi pertimbangan.
Dimana kriteria peserta dipilih yang memiliki jaringan internet memadai.
Selain itu juga berasal dari satuan pendidikan yang berada di sekitar ibu kota provinsi/kabupaten/kota (non dasus).
Hal ini sejalan dengan yang pernah disampaikan Prof Nunuk Suryani.
Bahwa salah satu pertimbangan 60 ribu guru terpanggil adalah kondisi jaringan internet di wilayah guru tersebut berdomisili.
Banyak yang Belum Bersedia dan Tidak Bersedia
Berdasarkan penelusuran redaksi Pojoksatu.id dalam sebuah grup media sosial, ternyata ada banyak guru belum bersedia jadi peserta piloting.
Hal itu terungkap dalam sejumlah unggahan yang dibuat beberapa guru.
"Barangkali di sini ada orangnya. Mohon segera konfirmasi," tulis guru pembuat unggahan sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Jumat 26 Juli 2024.
Dalam unggahan tersebut dicantumkan tangkapan layar daftar nama guru yang belum melakukan konfirmasi kesediaan di SIMPKB.
Baca Juga: Sembilan Tahun Sertifikasi Guru, Realisasinya Masih Sangat Jauh dari Target
Disebutkan bahwa daftar nama tersebut merupakan calon peserta piloting untuk LPTK Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah.
Sampai dengan pukul 15.40 WIB ketika artikel ini ditulis, terdapat 21 nama dalam daftar tersebut yang hampir semua adalah PGSD.
Hal ini tentu saja sangat disayangkan guru lainnya yang tidak terpanggil tapi sangat berharap dipanggil.
"Dkasih kesempatan kok ngk d respon.yg lain berharap agar bisa ikut," sesal guru lain dalam kolom komentar.
"betul Bu kita yg mau ini tp blm di ks kesempatan," timpal guru lainnya.
"Kita aja tiap saat buka simPKB g di undang2,,padahal no UKGx juga 2015,yg di panggil ini rata2 2015 punya," tulis seorang guru masih di unggahan yang sama.
"Yg mau PPG blm di undang... Yg ini TDK buka2 simpkb yg d undang," balas guru lain.
"Tukar SM kt sj yg tiap saat buka SIM PKB.." sambung guru lainnya.
Kemudian ada juga seorang guru yang membagikan daftar nama guru belum bersedia untuk LPTK Universitas Negeri Medan.
Dari daftar tersebut tertera sebanyak 45 guru belum menyatakan kesediaan sebagai peserta Piloting PPG Guru Tertentu 2024.
Rata-rata mereka adalah guru yang mengajar di jenjang SD dan berasal dari berbagai daerah.
Antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan sampai Lampung dan Papua.
Sedangkan status yang tertulis didominasi 'Belum Klik Kesediaan'.
Baca Juga: Wali Kota Denpasar Temui Abdullah Azwar Anas Soal Pegawai Honorer, Hasilnya Malah Begini Saja
Maka dua kemungkinan. Pertama, bahwa guru tersebut tidak mengecek atau membuka akun SIMKB miliknya.
Kedua, guru tersebut memang tidak berminta jadi peserta piloting.
Tapi ternyata ada juga guru yang sudah membuka notifikasi panggilan dan mengklik 'Tidak Bersedia'.
Dimungkinkan, jumlah guru yang 'belum bersedia' dan 'tidak bersedia' jumlahnya lebih dari ini.
Sebab data yang didapatkan redaksi Pojoksatu.id hanya pada 2 LPTK yakni Universitas Tadulako dan Universitas Negeri Medan.
Jadi, bagaimana menurut Anda terutama guru yang tidak terpanggil Piloting PPG Daljab 2024 atau PPG Guru Tertentu 2024?***




