POJOKSATU.id - IPB University terus memperkuat pengembangan komoditas unggulan nasional melalui penyelenggaraan Sekolah Komoditas, sebuah program pembelajaran tematik yang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan komoditas berbasis potensi lokal.

Pada pelaksanaan kali ini, program menghadirkan dua kelas utama, yakni Sekolah Komoditas Buah Unggul dan Sekolah Komoditas Tanaman Pangan, yang mengombinasikan pembelajaran teori di kelas dengan praktik langsung di lapangan.

Program tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha, hingga mahasiswa lintas program studi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.

Baca Juga: 13 Juli Ditetapkan Hari Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ini Kata Fadli Zon

Selama mengikuti kegiatan, peserta memperoleh pembelajaran dari akademisi dan praktisi mengenai teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga strategi meningkatkan nilai tambah komoditas agar mampu bersaing di pasar.

Pada kelas Sekolah Komoditas Buah Unggul, peserta mendalami pengembangan komoditas alpukat dan durian.

Hari pertama diawali dengan materi Manajemen Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Alpukat dan Durian Berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang disampaikan oleh Dr. Hagia Sophia Khairani.

Baca Juga: Hasil PISA 2025 Diumumkan Akhir 2026, Kemendikdasmen Akui Literasi dan Numerasi Siswa Indonesia Masih Jadi Tantangan

Dalam sesi tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai jenis hama dan penyakit utama yang menyerang kedua komoditas beserta strategi pengendalian terpadu untuk menjaga produktivitas tanaman.

"Keberhasilan budidaya alpukat dan durian sangat dipengaruhi oleh kemampuan pekebun dalam mengelola organisme pengganggu tanaman sejak dini.

Pendekatan pengendalian terpadu menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan kebun," ujar Dr. Hagia Sophia Khairani.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan PSPB, Ajak Dunia Usaha, Kampus hingga Masyarakat Gotong Royong Tingkatkan Mutu Pendidikan

Materi kemudian dilanjutkan oleh Lili Dahliani yang membahas teknik budidaya dan manajemen kebun alpukat serta durian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Peserta juga mengikuti praktik lapangan di kawasan kebun sekitar Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University guna mengamati secara langsung penerapan teknik budidaya, pemeliharaan, hingga pengelolaan tanaman.

Rangkaian pembelajaran di kelas buah unggul ditutup dengan materi Eksplorasi Buah Nusantara dan Pengenalan Kultivar Unggul Alpukat dan Durian yang disampaikan oleh Dr. Endang Gunawan.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada kekayaan plasma nutfah buah tropis Indonesia beserta berbagai kultivar unggul yang memiliki prospek ekonomi tinggi.

Baca Juga: Roy Suryo Senang Polda Metro Divonis Hakim Tak Sah Menangkapnya, Ini Babak Baru Hukum Kita

"Eksplorasi dan pemanfaatan kultivar unggul merupakan langkah strategis untuk menghasilkan komoditas buah yang produktif, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar," jelas Dr. Endang Gunawan.

Sementara itu, pada Sekolah Komoditas Tanaman Pangan, peserta mempelajari pengembangan komoditas ubi jalar dan edamame.

Kegiatan diawali dengan materi Manajemen Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Ubi Jalar dan Edamame Berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang kembali disampaikan oleh Dr. Hagia Sophia Khairani.

Ia menegaskan bahwa penerapan PHT menjadi fondasi penting dalam menghasilkan komoditas yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

Baca Juga: Tangkapan Layar Kronologi dan Kesaksian Korban Warnai Dugaan Kasus Kontestan Clash of Champions Season 3

Materi selanjutnya mengulas eksplorasi varietas unggul, peluang pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi, serta teknik pemilihan benih berkualitas.

Pembahasan mengenai ubi jalar disampaikan oleh Sujino Pamungkas, sedangkan materi edamame dipaparkan oleh Firman dan Hasan.

Dari sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa penggunaan benih unggul menjadi langkah awal yang menentukan peningkatan produktivitas hasil panen.

Sebagai penutup, peserta mengikuti materi Teknik Budidaya dan Manajemen Produksi Edamame yang disampaikan oleh Sarwono.

Baca Juga: Bongkar Latar Belakang Kontestan, Utas Viral di Platform X Clash of Champions Season 3

Materi ini membahas tahapan budidaya secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, teknik penanaman, hingga pengelolaan produksi agar mampu menghasilkan panen yang optimal.

"Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu hasil. Dengan manajemen produksi yang tepat, komoditas edamame memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani," ungkap Sarwono pada Sabtu (27/6) lalu.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Komoditas Buah Unggul dan Sekolah Komoditas Tanaman Pangan, IPB University berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang mampu mengembangkan komoditas lokal secara inovatif, produktif, dan berdaya saing.

Baca Juga: Isu Miring Menimpa Clash of Champions Season 3, Dugaan Kasus Kontestan Picu Kekecewaan Netizen

Program ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong lahirnya komoditas unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan berorientasi pada keberlanjutan.

Di tengah semakin besarnya tantangan sektor pangan dan pertanian, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi investasi yang tak kalah penting dibandingkan pengembangan teknologi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi, dan masyarakat diharapkan terus melahirkan inovasi yang mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. ***