POJOKSATU.id — Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University secara resmi melepas 285 peserta Ekspedisi Patriot dalam sebuah seremoni unik dalam bentuk pertunjukan teater.
Pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan seorang pengembara dengan misi memajukan desa, sekaligus menjadi simbol semangat para peserta untuk membawa perubahan di kawasan transmigrasi.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri oleh Wakil Rektor Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni IPB University, Prof. Iskandar, Direktur DPMA IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, serta Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., MPA.
Turut hadir pula jajaran asisten direktur, supervisor, serta seluruh peserta ekspedisi yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni.
Baca Juga: UI Dikecam Usai Undang Akademisi Pro-Zionis, Pihak Kampus Minta Maaf
IPB Lepas 285 Peserta Ekspedisi Patriot
Dalam sambutannya, Prof. Iskandar menyebut program ini sebagai langkah strategis kolaboratif.
“Program Ekspedisi Patriot adalah inisiatif luar biasa yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi mitra. Tim ini melibatkan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi multidisiplin untuk melakukan kajian strategis di kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan IPB dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan langsung di kawasan transmigrasi selama 4 bulan. Kami berharap Tim Ekspedisi Patriot IPB University dapat membawa nama baik kampus dengan memberikan kontribusi riset dan pengabdian yang relevan, aplikatif, serta berdampak bagi pembangunan bangsa,” tegasnya.
Fokus Kajian dan Penempatan Tim
Ekspedisi Patriot IPB University melibatkan 57 tim yang dipimpin dosen dan tenaga kependidikan dengan dukungan 135 mahasiswa serta 93 alumni.
Mereka akan diterjunkan di 21 provinsi, 34 kabupaten/kota, dan 36 lokus transmigrasi.
Setiap tim akan menghasilkan output kajian strategis, meliputi:
1. Rekomendasi Evaluasi Kawasan Transmigrasi
2. Desain Pengembangan Komoditas Unggulan
3. Model Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi
4. Desain Penanganan dan Pencegahan Konflik
5. Desain Kebijakan Infrastruktur Konektivitas dan Layanan Dasar
Selain itu, tim juga fokus pada lima komoditas unggulan, yakni tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, rempah, dan perikanan.
Pra-Ekspedisi dan Rencana Pemberangkatan
Baca Juga: Hijrah Riba
Sebelum dilepas, para peserta telah melalui proses panjang, mulai dari perekrutan dengan 523 pendaftar, penyusunan proposal dan RAB, pembekalan intensif “CEO School” selama enam hari (28 Juli–2 Agustus 2025), hingga pemeriksaan kesehatan.
Selanjutnya, para peserta akan mengikuti pembekalan tambahan dari Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, pada 23–26 Agustus 2025.
Pemberangkatan ke lokasi ekspedisi dijadwalkan berlangsung mulai 26 Agustus hingga 8 September 2025.
Dengan menggabungkan unsur seni dalam seremoni pelepasan, DPMA IPB University berhasil menciptakan suasana inspiratif yang memotivasi para peserta.
Ekspedisi Patriot diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:



