POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai merealisasikan pengiriman internet satelit ke satuan pendidikan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses konektivitas digital bagi sekolah-sekolah yang selama ini belum memiliki jaringan internet memadai.
Internet satelit tersebut ditujukan khusus bagi sekolah yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pendidikan nasional, sekaligus mendukung pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Bagian dari Program Nasional Perluasan Konektivitas
Pengiriman internet satelit ke sekolah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
Fokus utama program ini adalah memperluas akses layanan dasar, khususnya pendidikan, di wilayah yang selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur digital.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kehadiran internet satelit di sekolah 3T diharapkan mampu membuka akses pembelajaran digital, memperkuat literasi teknologi, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang semakin bergantung pada sumber belajar daring.
Sekolah Sasaran Diprioritaskan dari Wilayah 3T
Tidak semua sekolah otomatis menerima bantuan ini.
Sekolah penerima ditentukan berdasarkan data Dapodik yang telah melalui proses verifikasi dan validasi oleh dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota.
Prioritas utama diberikan kepada:
1. Sekolah di wilayah 3T
2. Sekolah yang belum memiliki akses internet aktif
3. Satuan pendidikan yang datanya valid dan mutakhir di Dapodik
Dengan sistem tersebut, pemerintah ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh sekolah yang paling membutuhkan.
Total 8.625 Satuan Pendidikan Jadi Penerima
Berdasarkan data resmi, total terdapat 8.625 satuan pendidikan yang akan menerima perangkat internet satelit.
Sebaran penerima mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan nonformal.
Rincian penerima per jenjang meliputi:
1. PAUD: 168 satuan pendidikan
2. SD: 6.868 satuan pendidikan
Baca Juga: Kenapa Token PLN Tak Bisa Dibeli Tengah Malam? Ternyata Ini Penyebabnya
3. SMP: 950 satuan pendidikan
4. SMA: 166 satuan pendidikan
5. SMK: 81 satuan pendidikan
6. PKPLK: 21 satuan pendidikan
7. PNFI: 11 satuan pendidikan
Jumlah ini menunjukkan bahwa sekolah dasar menjadi prioritas utama, mengingat perannya sebagai fondasi pendidikan dasar di daerah terpencil.
Sebaran Penerima Terbanyak Ada di Papua
Jika dilihat dari sebaran wilayah, Papua menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak, disusul oleh Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Sementara Pulau Jawa hanya menerima dalam jumlah sangat terbatas karena mayoritas sekolah telah terjangkau jaringan internet.
Baca Juga: Kenapa Token PLN Tak Bisa Dibeli Tengah Malam? Ternyata Ini Penyebabnya
Distribusi ini menegaskan fokus pemerintah pada wilayah dengan tantangan geografis paling berat, sekaligus memperkecil kesenjangan digital antarwilayah.
Skema Pengiriman Internet Satelit ke Sekolah
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pengiriman perangkat internet satelit dilakukan langsung oleh penyedia layanan, tanpa melalui perantara pihak sekolah maupun dinas pendidikan.
Adapun skema pengiriman sebagai berikut:
1. Pengiriman dilakukan Senin hingga Minggu
2. Waktu pengiriman pukul 08.00–17.00 waktu setempat
3. Penyedia akan menghubungi kepala satuan pendidikan melalui nomor yang terdaftar di Dapodik
4. Tidak dipungut biaya apa pun hingga perangkat diterima di sekolah
Model distribusi langsung ini diterapkan untuk menghindari keterlambatan serta memastikan keamanan perangkat hingga tiba di lokasi tujuan.
Hal Penting yang Wajib Disiapkan Sekolah
Agar proses serah terima berjalan lancar, pihak sekolah diminta menyiapkan sejumlah hal penting sejak dini.
Kemendikdasmen menekankan bahwa kesiapan sekolah sangat menentukan keberhasilan program ini.
Beberapa hal yang perlu disiapkan sekolah antara lain:
1. Memastikan nomor HP kepala sekolah aktif dan dapat dihubungi
2. Menyiapkan tim penerima perangkat di sekolah
3. Menentukan lokasi serah terima yang aman dan mudah diakses
4. Memastikan data sekolah di Dapodik valid dan terbaru
Baca Juga: Akhir 2025, Perkara Perceraian di PA Bekasi Naik 20 Persen, Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu
Jika sekolah tidak dapat dihubungi atau tidak siap saat pengiriman, dikhawatirkan proses distribusi akan tertunda.
Internet Satelit untuk Mendukung Transformasi Pembelajaran
Kehadiran internet satelit bukan hanya soal koneksi, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan mutu pendidikan.
Baca Juga: Kenapa Token PLN Tak Bisa Dibeli Tengah Malam? Ternyata Ini Penyebabnya
Sekolah di wilayah 3T kini memiliki kesempatan yang sama untuk:
1. Mengakses platform pembelajaran digital
2. Mengikuti pelatihan guru secara daring
3. Menggunakan asesmen berbasis digital
4. Mengembangkan literasi teknologi siswa
Pemerintah berharap, dengan tersedianya akses internet, sekolah-sekolah terpencil dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Imbauan bagi Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan
Kemendikdasmen mengimbau kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat untuk proaktif memantau informasi resmi, serta tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan program ini dengan imbalan tertentu.
Seluruh proses pengiriman gratis tanpa pungutan biaya.
Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan atau pungutan liar, sekolah diminta segera melapor melalui saluran resmi Kemendikdasmen.
Program internet satelit untuk sekolah 3T menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan pendidikan nasional.
Dengan dukungan kesiapan sekolah dan pengawasan bersama, kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pendidikan dan membuka akses pembelajaran yang lebih adil bagi seluruh anak bangsa.***




