POJOKSATU.id — Program internet rakyat kini memasuki tahap krusial menyusul pengumuman resmi jadwal distribusi dan aktivasi layanan oleh penyelenggara.
Kehadiran layanan internet berbiaya terjangkau ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan akses internet stabil tanpa harus terbebani biaya langganan mahal.
Internet rakyat hadir dengan mengandalkan teknologi 5G fixed wireless access (FWA) pada frekuensi 1,4 GHz yang dikembangkan menggunakan konsep open radio access network.
Baca Juga: Viral! Mobil MBG Kecelakaan Lagi, Boks Terlepas di Jalanan Raya Depok
Teknologi ini memungkinkan koneksi internet dikirimkan secara nirkabel langsung dari stasiun pemancar ke modem di rumah pelanggan.
Dengan skema tersebut, pengguna tidak perlu lagi memasang kabel fiber optik hingga ke rumah sehingga proses instalasi dinilai lebih cepat dan fleksibel.
Daya tarik utama layanan ini terletak pada penawaran kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan biaya langganan sekitar Rp 100.000 per bulan tanpa batasan kuota.
Baca Juga: Rp2 Miliar Digelontorkan, Gaji PPPK Paruh Waktu Kulon Progo Naik Sesuai UMK
Paket ini dianggap cukup kompetitif jika dibandingkan layanan internet konvensional, terutama bagi wilayah yang belum tersentuh jaringan fiber optik.
Distribusi dan pengelolaan layanan internet rakyat dilakukan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak perusahaan Surge.
Untuk memperluas jangkauan, perusahaan ini menggandeng sebanyak 26 mitra distributor yang tersebar di berbagai daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses internet agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Baca Juga: Om Zein Penuhi Janji Politik Prioritaskan Infrastruktur, Hingga Desember Ini 45 KM Bangun Jalan
Berdasarkan informasi terbaru dari akun Instagram resmi @internetrakyat.id, layanan internet rakyat ditargetkan siap dinikmati oleh konsumen pada rentang waktu Januari hingga Juni 2026.
Peluncuran layanan ini dilakukan secara bertahap agar kesiapan infrastruktur dan kualitas jaringan tetap terjaga.
Tahap awal dimulai dengan prapendaftaran yang dijadwalkan berlangsung pada November hingga Desember 2025.
Baca Juga: Single Salary ASN 2026: Apakah TPG Guru Akan Hilang? Begini Penjelasannya
Pada fase ini, masyarakat dapat mengamankan slot layanan dengan mendaftarkan diri melalui situs resmi internet rakyat.
Prapendaftaran menjadi pintu masuk bagi calon pelanggan agar masuk dalam daftar prioritas saat layanan mulai diaktifkan.
Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pembangunan dan instalasi jaringan FWA yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Juni 2026.
Baca Juga: Laporan Purbaya Bikin Prabowo Geram, Menteri Ditegur Soal Kinerja Lamban dan Gerak yang Kurang Cepat
Pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah, khususnya Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Tahapan ini menjadi kunci untuk memastikan layanan dapat beroperasi secara optimal ketika mulai digunakan pelanggan.
Tahap terakhir adalah distribusi perangkat dan aktivasi komersial yang juga berlangsung pada periode Januari hingga Juni 2026.
Pada fase ini, penyedia layanan akan mengirimkan perangkat CPE atau modem ke alamat pelanggan yang telah melewati proses verifikasi.
Setelah perangkat diterima, pelanggan dapat langsung mengaktifkan layanan dan mulai menggunakan internet rakyat.
Baca Juga: Dokumen Honorer Bermasalah? Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Saat Penataan Non-ASN 2025
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah wilayah tempat tinggalnya sudah masuk dalam cakupan layanan, pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi internet rakyat.
Di dalam laman tersebut tersedia peta interaktif Indonesia yang menampilkan area jangkauan dengan penanda warna merah.
Pengguna cukup membuka situs internetrakyat.id, menggulir halaman hingga menemukan peta, lalu mencermati wilayah yang telah ditandai sebagai area layanan.
Saat ini, cakupan internet rakyat masih difokuskan pada tiga wilayah utama, yakni Pulau Jawa, Pulau Maluku, dan Pulau Papua.
Baca Juga: Guru SMAN 11 Padang Kepergok Sesama Jenis di Toilet Masjid di Bungus, Sempat Telanjang Dada
Meski demikian, perluasan jaringan akan terus dilakukan seiring berjalannya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.
Sementara itu, proses pendaftaran internet rakyat dapat dilakukan sepenuhnya secara daring.
Masyarakat yang lokasinya telah masuk area layanan cukup mengunjungi situs https://internetrakyat.id/ dan memilih menu “Pra-Registrasi Sekarang” atau langsung mengakses internetrakyat.id/register.
Setelah itu, calon pelanggan akan diarahkan untuk memilih paket internet rakyat dengan masa penggunaan WiFi selama 30 hari.
Baca Juga: Guru SMAN 11 Padang Kepergok Sesama Jenis di Toilet Masjid di Bungus, Sempat Telanjang Dada
Tahap berikutnya adalah pengisian data awal seperti nama, alamat email, dan nomor WhatsApp.
Pengguna kemudian diminta melakukan verifikasi melalui kode OTP yang dikirimkan.
Setelah verifikasi berhasil, proses dilanjutkan dengan pengisian data lokasi secara lengkap, mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, kode pos, hingga alamat detail.
Calon pelanggan juga diminta menentukan titik koordinat lokasi melalui peta yang tersedia sebelum menyetujui syarat layanan dan menyelesaikan pendaftaran.
Baca Juga: Kredit dan DPK Bank Mandiri Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Solid Dorong Kinerja Jelang Akhir 2025
Dengan diumumkannya tahapan distribusi dan aktivasi ini, masyarakat kini memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai proses peluncuran internet rakyat.
Mulai dari prapendaftaran hingga aktivasi layanan, seluruh alur dirancang untuk menghadirkan akses internet yang lebih terjangkau, stabil, dan merata di berbagai wilayah Indonesia.***




