POJOKSATU.id - Kemendikdasmen melalui Direktorat PPG resmi membuka Pelatihan Teknis Non Gelar bertema "Empowering Educators with In-Depth Literacy and Numeracy Skills Through Artificial Intelligence (AI)" di Jakarta, Minggu 19 Oktober 2025.
Pelatihan ini adalah wujud komitmen pemerintah memberdayakan pendidik melalui penguatan literasi, numerasi mendalam (deep learning), dan integrasi Kecerdasan Artifisial (KA).
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Direktorat PPG dan LPDP dengan Deakin University Australia untuk menghasilkan dokumen Unit Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Unit).
Baca Juga: One by IFG, Saat Proteksi Diri Jadi Semudah Sentuhan Layar, Asuransi Kini Jadi Gaya Hidup Finansial
Kasubdit Fasilitasi PPG, Ana Budi Kuswandani, melaporkan 80 peserta (40 dosen, 40 guru pamong) terpilih dari 1.214 pendaftar untuk mengikuti pelatihan 6 hari dan pembelajaran asinkronus.
Tiga Pilar Penguatan Kompetensi
Fokus pertama adalah Literasi dan Numerasi sebagai Fondasi Mutu untuk pemelajaran bermakna dan kontekstual.
Baca Juga: Muslim Arbi Ungkap Luhut Pandjaitan Harus Ikut Tanggung Jawab Utang Kereta Cepat Whoosh
Fokus kedua adalah Penguatan Kompetensi melalui Deep Learning, beralih dari hafalan menuju penalaran dan transfer konsep.
Fokus ketiga adalah Akselerasi Integrasi Kecerdasan Artifisial untuk perencanaan, asesmen, dan refleksi pembelajaran.
Peserta akan dibimbing langsung oleh Prof. Wanty Widjaja, Prof. Damian Blake, dan tim Deakin University untuk memperkaya wawasan pedagogis serta teknologis.
Mencetak Pendidik Adaptif Teknologi
Ferry Maulana Putra selaku direktur PPG menekankan peran strategis dosen-guru pamong, berharap pelatihan ini membentuk role model guru yang profesional, reflektif, dan adaptif teknologi.
"Dosen dan guru pamong PPG merupakan aktor strategis... pelatihan ini diharapkan mampu membentuk role model guru masa depan yang profesional, reflektif, dan adaptif terhadap teknologi," harap Ferry.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Garansi Tidak Adanya Pungli Jabatan di Pemerintahannya
Perwakilan Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Nita Isaeni, menyoroti pentingnya pelatihan ini untuk menggeser fokus pembelajaran siswa dari hafalan menuju kemampuan bernalar.
"Pelatihan ini diharapkan melahirkan para pendidik... sehingga siswa tidak hanya menghafal, tetapi mampu bernalar, berpikir kritis, dan memecahkan masalah secara kreatif," harap Nita.
Pelatihan ini adalah bagian dari strategi nasional Kemendikdasmen dan LPDP untuk memperkuat kurikulum berorientasi masa depan menuju pendidikan bermutu untuk semua.***




