POJOKSATU.id - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia terus menunjukkan kiprahnya di level internasional.
Untuk memperkuat langkah tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan program beasiswa internasional bernama INSIGHT Scholarship yang ditujukan bagi mahasiswa asing yang ingin menempuh pendidikan studi Islam di Indonesia.
Program ini akan dibuka melalui berbagai PTKIN dengan pilihan beasiswa penuh maupun parsial.
Baca Juga: Fernando Emas Peringatkan Pemerintahan Prabowo, Waspada Reformasi 1998 Jilid II
Kehadiran INSIGHT Scholarship menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional sekaligus memperkenalkan kualitas pendidikan Islam Indonesia kepada dunia.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron, mengatakan program tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong internasionalisasi kampus-kampus Islam negeri.
“Program yang akan kami perkenalkan adalah INSIGHT Scholarship.
Baca Juga: Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo di Gejayan, Terima Kasih Pak Prabowo
Program ini merupakan skema beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin menempuh pendidikan studi Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia,” kata Sahiron di Jakarta, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, INSIGHT Scholarship tidak hanya menawarkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berbagai dukungan akademik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta dari berbagai negara.
“Selain beasiswa, tersedia pula berbagai program short course dan bentuk dukungan akademik lainnya.
Baca Juga: Polisi Belum Berhasil Temukan Komplotan yang Mau Menculik Lansia 70 Tahun di PIK
Skema pembiayaannya beragam, mulai dari beasiswa penuh (full scholarship) hingga beasiswa parsial (partly scholarship),” lanjutnya.
PTKIN Makin Percaya Diri Menembus Panggung Global
Sahiron mengungkap, pendanaan INSIGHT Scholarship berasal dari Kementerian Agama dan PTKIN yang telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU).
Sejumlah kampus Islam negeri, katanya, bahkan telah menyediakan kuota khusus bagi mahasiswa asing yang dibiayai dari pendapatan institusi.
Hal ini menunjukkan bahwa PTKIN tidak lagi hanya berfokus melayani mahasiswa dalam negeri, tetapi juga mulai memperluas jangkauan ke tingkat global.
Baca Juga: Timnas Inggris Terganggu Jelang laga perdana, Sepatu Pemain Dicuri di AS
Program tersebut rencananya akan diperkenalkan kepada kalangan diplomatik asing pada 30 Juni 2026.
Presentasi kepada para diplomat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi pendidikan tinggi Islam Indonesia di berbagai negara.
Sahiron menegaskan bahwa langkah tersebut juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Korwil Berganti Nama? FORMASI Ingatkan Ada Temuan BPK Rp6,9 Miliar
“Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia.
Bahkan Presiden menantang agar pada tahun 2029 Indonesia mampu menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa asing untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia, baik di universitas umum maupun perguruan tinggi keagamaan,” jelasnya.
Tiga PTKIN Masuk Jajaran Kampus Terbaik Dunia
Optimisme pemerintah menarik mahasiswa asing juga didukung meningkatnya reputasi global PTKIN.
Dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Theology, Divinity and Religious Studies, tiga kampus Islam negeri Indonesia berhasil masuk jajaran terbaik dunia.
Baca Juga: 5 HP Murah Terbaik untuk Pelajar Juni 2026, Harga Sejutaan dengan Baterai Awet dan Memori Lega
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-29 dunia.
Sementara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di posisi ke-37 dunia.
Adapun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang masuk kelompok peringkat 101–150 dunia.
Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia untuk bersaing dalam menarik mahasiswa internasional yang ingin mendalami studi Islam dari perspektif yang lebih luas dan beragam.
Diplomasi Pendidikan dan Penyebaran Islam Moderat
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati, menilai INSIGHT Scholarship bukan hanya program pendidikan, melainkan juga instrumen diplomasi yang strategis.
Baca Juga: Jokowi Segera Menjabat Dewan Pembina PSI, Sinyal Bergabung Sudah Sejak Lama
Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat berupa praktik moderasi beragama yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat global melalui jalur pendidikan.
“Praktik moderasi beragama dan Islam moderat Indonesia merupakan aset yang sangat berharga untuk diperkenalkan kepada negara-negara mitra.
Kami berharap para mahasiswa asing yang belajar Islamic Studies di Indonesia dapat kembali ke negara asalnya dengan membawa perspektif Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil alamin,” ungkap Ani.
Ani juga meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat studi Islam dunia.
Baca Juga: Review Samsung Galaxy Watch 6: Smartwatch Canggih dengan Harga Bersahabat
Minat mempelajari Islam Indonesia, menurutnya, tidak hanya berpotensi datang dari negara-negara mayoritas Muslim, tetapi juga dari berbagai kawasan lain.
“Praktik moderasi beragama dan Islam moderat Indonesia merupakan aset yang sangat berharga untuk diperkenalkan kepada negara-negara mitra,” tutur Ani.
“Tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dari Eropa, Amerika, Singapura, dan negara-negara lain tertarik mempelajari studi Islam di Indonesia.
Dengan perkembangan kajian Islam yang semakin maju, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat studi Islam dunia,” tuturnya.
Perkembangan reputasi PTKIN di tingkat internasional dan hadirnya INSIGHT Scholarship menjadi bagian dari upaya memperluas peran Indonesia dalam pendidikan tinggi global, sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pertukaran ilmu, budaya, dan pemikiran di bidang studi Islam. ***




