POJOKSATU.id - Inovasi menarik datang dari Universitas Andalas.
Seorang peneliti berhasil mengembangkan kamera digital berteknologi machine vision yang mampu mendeteksi tingkat kematangan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari jarak hingga 23 meter.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Dinah Cherry dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand.
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu menentukan waktu panen paling optimal guna meningkatkan kualitas dan rendemen minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Solusi dari Masalah Panen Prematur
Selama ini, salah satu tantangan utama di perkebunan kelapa sawit adalah panen yang dilakukan sebelum buah mencapai tingkat kematangan optimal.
Fenomena buah yang mudah rontok (brondol) sering kali mengecoh petani, sehingga kualitas minyak yang dihasilkan menjadi kurang maksimal.
Baca Juga: Pascasarjana FBS UNM Buka Pendaftaran Gelombang 2 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Metode konvensional yang mengandalkan perhitungan jumlah brondolan di sekitar pohon juga dinilai belum cukup akurat. Faktor lingkungan kerap memicu brondolan prematur yang tidak mencerminkan kematangan sebenarnya.
Teknologi Machine Vision untuk Akurasi Tinggi
Melalui inovasi ini, kamera digital beresolusi tinggi mampu memindai objek dari jarak jauh hingga 23 meter. Data visual yang ditangkap kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak berbasis Android.
Sistem tersebut dilengkapi dengan komputasi otomatis yang dapat menentukan tingkat kematangan buah serta memperkirakan rendemen minyak yang dihasilkan.
Baca Juga: Viral Cahaya Misterius Belah Langit Lampung Timur, Warga Sempat Kira Meteor Sampai Rudal!
Perangkat ini memiliki spesifikasi utama berupa kamera 23 MP, lensa tele dengan perbesaran optis 16x, serta sistem pengolah citra cerdas.
Praktis dan Mudah Digunakan di Lapangan
Desain alat yang ringan membuatnya mudah dioperasikan oleh pekerja lapangan, baik pria maupun wanita. Hal ini menjadi nilai tambah karena penggunaan teknologi tidak lagi terbatas pada tenaga ahli saja.
Hasil pemindaian langsung diproses dalam aplikasi dan menjadi acuan bagi perusahaan dalam menentukan strategi panen yang lebih efektif.
Baca Juga: 1.834 Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNY, Kedokteran Jadi Prodi Paling Ketat
Potensi Tingkatkan Produksi Nasional
Dilansir dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), teknologi ini berpotensi meningkatkan produksi kelapa sawit nasional hingga 15 persen.
Penerapan sistem penginderaan jauh ini memastikan setiap tandan dipanen dalam kondisi matang sempurna. Dampaknya, kualitas dan kuantitas CPO yang dihasilkan bisa meningkat secara signifikan.
Dorong Daya Saing Industri Sawit
Inovasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi kerja di sektor perkebunan, tetapi juga mendukung penguatan industri sawit nasional secara keseluruhan.
Baca Juga: VIRAL Siswa Kelas 11 Tak Bisa Hitung Pembagian Dasar, Guru Kaget: Belum Belajar Pembagian?
Pemanfaatan teknologi digital di sektor hulu menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi minyak sawit Indonesia di pasar global. ***




