POJOKSATU.id - Mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menghadirkan inovasi kesehatan ramah lingkungan.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), tim yang dipimpin Azahra Yasami, mahasiswi Pendidikan Biologi UNY, meneliti terapi inovatif tuberkulosis (TBC).

Riset mereka berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya kasus TBC di Indonesia.

Menurut laporan WHO 2023, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India, dengan lebih dari satu juta kasus aktif dan sekitar 93 ribu kematian setiap tahun.

Baca Juga: Update Pencairan TPG Triwulan 3 Tahun 2025 Resmi dari Ditjen GTK! Jadwal Transfer Dana Dipastikan Molor!

Selain itu, obat TBC konvensional kerap menimbulkan efek samping seperti mual dan gangguan pencernaan.

Kombinasi Sambiloto dan Limbah Udang

Untuk menjawab persoalan tersebut, Azahra menggandeng Muhammad Izzatul Ikhsan, Fatahilah Annashiry, Alika Azimatinur Raudha, dan Marwa Husna guna mencari solusi bioteknologi.

Mereka memanfaatkan senyawa Andrographolide dari daun sambiloto yang memiliki sifat antibakteri alami, dikombinasikan dengan kitosan dari limbah kulit udang sebagai penghantar obat.

“Daun sambiloto mampu menekan bakteri penyebab TBC hingga 87,6% dalam tujuh hari,” ujar Azahra Yasami dalam rilis Humas UNY.

Baca Juga: Mahasiswa Unnes Raih Lima Penghargaan Internasional di InIIC 2025 Malaysia

Ia menjelaskan, senyawa aktif tersebut dilapisi kitosan agar lebih stabil dan dapat menargetkan langsung sel paru-paru.

Proses dan Hasil Penelitian

Penelitian dilakukan di Laboratorium IDB dan Laboratorium Kimia FMIPA UNY, Laboratorium Terpadu UII, serta LPPT UGM.

Tim menggunakan metode hidrasi lapis tipis untuk menghasilkan partikel nano liposom yang homogen dan stabil.

Hasil uji in vitro menunjukkan liposom ini efektif menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis, bakteri utama penyebab TBC.

Baca Juga: DAMRI Buka Lowongan 2025 untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syarat Daftarnya di Sini

Dosen pembimbing, Dr. Supardi, menilai riset tersebut strategis bagi pengembangan terapi berbasis bahan alam.

“Penelitian ini menjawab tantangan kesehatan nasional dan memperkuat kemandirian farmasi lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi mahasiswa UNY menunjukkan kemampuan kampus dalam menghasilkan riset terapan yang berkelanjutan.

Selain berdampak di bidang medis, penelitian ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 dan 12, yakni kesehatan yang baik dan konsumsi-produksi berkelanjutan.

Baca Juga: Undip Sapu Bersih Juara Pilmapres 2025, Ini Daftar Lengkap Pemenang

Dengan memadukan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah udang, tim ini berhasil menghadirkan inovasi berdaya guna tinggi.

Muhammad Izzatul Ikhsan berharap hasil riset mereka dapat dikembangkan menjadi terapi inhalasi TBC yang aman dan terjangkau.

“Kami ingin riset ini menjadi langkah awal menuju pengobatan TBC berbasis kekayaan alam Indonesia,” tutupnya. ***