POJOKSATU.id - Tren material ramah lingkungan makin kencang terdengar belakangan ini, ya.

Di tengah arus global itu, para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil membuat sebuah terobosan unik: kayu magnet.

Wah, dari namanya saja sudah bikin penasaran.

Kayu magnet ini bukan kayu biasa, lho. Bahan bakunya justru berasal dari limbah industri kayu berukuran kecil, yang selama ini jarang dimanfaatkan.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Perkuat PTS Demi Indonesia Emas 2045, Sorot Tantangan Komitmen Diksaintek Berdampak

Setelah dimodifikasi, kayu tersebut punya sifat magnetik dan mampu menangkap gelombang elektromagnetik dari perangkat elektronik.

Teknologi dan Proses Inovasi Kayu Magnet
Riset ini menggunakan dua pendekatan utama yaitu coating dan impregnasi.

“Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode coating dengan spraygun dan impregnasi dengan larutan yang mengandung nanomagnetit,” jelas Dr. Istie Sekartining Rahayu dari Departemen Hasil Hutan IPB University, seperti dilansir dari laman resmi IPB pada Selasa (17/11/2025).

Baca Juga: Gede Banget! Harta Muhammadiyah Ternyata Nyentuh Ratusan Triliun,Pantas Jadi Organisasi Islam Terkaya di Dunia, Ini Sumbernya

Dari proses itulah, kayu—yang secara alami tidak punya sifat magnetik—berubah jadi material yang bisa ditarik magnet sekaligus menyerap gelombang elektromagnetik dari televisi, ponsel, tablet, hingga laptop.

Nah, mengingat paparan gelombang elektromagnetik bisa berpengaruh pada kondisi fisiologis maupun psikologis, inovasi ini tentu menawarkan manfaat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

Keunggulan lain yang gak kalah penting adalah pemanfaatan limbah kayu serta penggunaan nanomagnetit yang diproduksi melalui metode ramah lingkungan, yaitu kopresipitasi.

Baca Juga: Isu Penyetaraan PPPK jadi PNS Menguat, Namun DPR Belum Resmi Bahas di Revisi UU ASN

Jadi, riset ini pas banget untuk mendukung ekonomi sirkular dan pengembangan material hijau.

Aplikasi Awal dan Tantangan Hilirisasi
Pada tahap awal, tim peneliti sudah menghasilkan produk magnetic stand holder untuk telepon genggam.

Desainnya tidak hanya estetis, tetapi juga berfungsi menyerap gelombang elektromagnetik saat ponsel diisi daya.

Meski begitu, riset ini belum lepas dari tantangan.

Baca Juga: 14 Poin RKUHAP Siap Disahkan DPR Hari Ini, BEM UI Geruduk Senayan Tolak Aturan Baru

“Tantangan utama menuju produksi massal ada pada perizinan edar dan diversifikasi produk agar bisa digunakan untuk perangkat lain seperti laptop atau casing handphone,” ungkap Dr. Istie.

Dukungan dan Peluang Pengembangan Produk
Dukungan riset hadir dari berbagai pihak, seperti Lembaga Kawasan Science Technopark (LKST) IPB University dan Asian Development Bank (ADB) melalui skema PRIME STeP.

Selain itu, mitra industri seperti Hudricore juga ikut membantu proses hilirisasi produk ke pasar.

Baca Juga: Honorer Non-Database Seluruh Indonesia Bersatu Gelar Aksi! Desak Regulasi PPPK Paruh Waktu Segera Terbit

Ke depannya, kayu magnet ini punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk lain.

Mulai dari mainan edukatif, dekorasi rumah, hingga elemen furnitur magnetik berdaya fungsi. ***