POJOKSATU.id - Inovasi perguruan tinggi membantu meningkatkan pengolahan sampah plastik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Universitas Fajar memperkenalkan mesin injeksi pneumatik kepada Kelompok Payabo Recycle untuk mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna.
Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah limbah plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP).
Sebelumnya, proses pengolahan sampah plastik yang dilakukan Payabo Recycle masih menggunakan cara manual dengan tungku LPG tanpa sistem pengendalian suhu.
Baca Juga: Cara Ajukan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Lewat Imah Aing, Cek Tahapannya
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Program BIMA 2026, Fauziah, mengatakan inovasi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada penyediaan mesin.
Menurutnya, teknologi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan produksi sekaligus mendorong kemandirian kelompok pengolah sampah.
"Teknologi ini kami kembangkan bukan hanya untuk menghadirkan mesin, tetapi juga membantu mitra meningkatkan kemampuan produksi, mengembangkan produk baru, dan mengelola proses secara mandiri," kata Fauziah, dilansir Antara, Senin (24/8/2026).
Mesin Injeksi Pneumatik Tingkatkan Produksi
Mesin Injeksi Pneumatik Semi Otomatis yang dikembangkan UNM dan Universitas Fajar dilengkapi sistem kontrol suhu digital serta sistem pneumatik terintegrasi.
Baca Juga: UNJ Lolos Seleksi Penyelenggara PEKERTI dan AA Periode 2026–2030 Tanpa Revisi
Teknologi tersebut memungkinkan limbah plastik dicetak menjadi berbagai produk dengan ukuran yang lebih presisi.
Produk yang dapat dihasilkan antara lain bingkai kacamata dan aksesori jam tangan.
Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu Payabo Recycle meningkatkan kualitas produk sekaligus mengurangi risiko cacat dalam proses produksi.
Teknologi Baru Buka Peluang Produk Bernilai Ekonomi
Sebelum menggunakan mesin injeksi pneumatik, Payabo Recycle disebut hanya mampu menghasilkan sekitar 10 unit produk per pekan.
Dengan teknologi baru tersebut, kapasitas produksi diharapkan meningkat sehingga pengolahan sampah plastik dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi kelompok.
Tidak hanya itu, inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai jual.
Baca Juga: KPK Tegaskan Orang Tua Calon Mahasiswa Unsoed Korban Pemerasan, Bukan Pelaku
Produk yang dikembangkan dapat mencakup ecoboard, furniture, hingga produk eco fashion.
Pengembangan produk dengan ukuran yang lebih ringkas juga memberikan keuntungan lain bagi kelompok pengolah sampah.
Biaya pengiriman dapat ditekan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui berbagai platform digital.
Tidak Hanya Diberi Mesin
Tim pengabdian masyarakat dari UNM dan Universitas Fajar tidak hanya menyerahkan teknologi kepada Payabo Recycle.
Mereka juga memberikan pendampingan agar kelompok dapat mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri.
Pendampingan tersebut mencakup keselamatan kerja, standar operasional produksi, pengendalian mutu, hingga pengelolaan bisnis.
Langkah tersebut dinilai penting agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pemberian peralatan.
Dorong Ekonomi Sirkular
Fauziah mengatakan penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi Payabo Recycle.
Selain meningkatkan kapasitas usaha, inovasi tersebut diharapkan ikut memperkuat pengelolaan sampah plastik melalui prinsip ekonomi sirkular.
Baca Juga: Bagaimana Garam Bisa Memicu Hujan? Ini Proses Operasi Modifikasi Cuaca di Kaltim dan IKN
Sampah plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan dapat diolah kembali menjadi bahan baku produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Inovasi UNM dan Universitas Fajar tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran langsung dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di masyarakat.
Melalui teknologi yang tepat guna dan pendampingan berkelanjutan, sampah plastik tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat menjadi sumber bahan baku untuk menciptakan produk baru dan peluang usaha di Kota Makassar. ***




