POJOKSATU.id - Mbah Melan, sosok pria berusia 78 tahun ini viral berkat mengajar di TikTok setelah lebih dari 20 tahun pensiun mengajar sebagai guru Matematika. Mbah Melan atau Pak Melan mengajar secara live melalui akun TikTok miliknya, @binaprestasiswa.

Sebelumnya, ia mengajar matematika di depan murid-murid berseragam di ruang kelas sebagai pengajar di SMP Negeri 13 Purworejo sejak tahun 1970 silam, sekaligus mengajar les tambahan hingga ia pensiun pada 2003 karena batas usia.

Tak lama usai pensiun, Pak Melan direkrut oleh sebuah sekolah kejuruan di Purworejo hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti pada 2018.

Namun, panggilan jiwanya sebagai seorang guru terus membara hingga saat ini dan mulai berbagi ilmu kepada murid-murid online melalui siaran langsung di platform TikTok.

Baca Juga: Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional, Nyalakan Literasi, Guru dan Siswa Bisa Terbitkan Buku, Hadiah Hingga Ratusan Juta, Hingga 21 Juni 2024

Melalui akun TikToknya, @binaprestasiswa, Pak Melan memiliki lebih dari setengah juta pengiku dengan mengajar matematika secara live.

Kelasnya berlangsung setiap hari dalam dua sesi: sesi pertama pukul 16.00-17.30 WIB dan sesi kedua pukul 19.30-21.00 WIB. Meski dilakukan secara online, penampilan Pak Melan selalu rapi, seperti umumnya seorang guru di dalam kelas.

Pak Melan menyulap ruang tamu di rumahnya yang berukuran 4x3 meter menjadi ruang kelas dengan tiga papan tulis di dinding.

Selain papan tulis, terdapat tumpukan buku matematika dan piala yang berjajar di ruangan tersebut, layaknya sebuah kelas di sekolah.

Baca Juga: Siapa Tri Adinata, Guru di Medan yang Viral Didatangi Alan Walker, Jadi Guru di Usia 19 Tahun dan Mengubah Pola Pembelajaran

Pak Melan mengajar untuk berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dan persiapan seleksi CPNS.

Selama mengajar live, Pak Melan menghadapi berbagai tantangan, seperti mati listrik atau kehabisan pulsa. Namun, semangatnya tetap tinggi karena kecintaannya terhadap matematika.

Ia selalu mempersiapkan tinta, memastikan HP dalam kondisi baik, dan membahas soal-soal terlebih dahulu karena penontonnya berasal dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

Rutinitas ini akhirnya menjadi viral di media sosial dan sering muncul di FYP (For Your Page) TikTok.

Banyak pengguna TikTok yang memberikan apresiasi dan doa agar Pak Melan selalu sehat. Saat ini, TikToknya sudah memiliki 651.000 pengikut dan 5,3 juta likes.

Baca Juga: Cerita dan Tekad Calon Guru Penggerak Meisi Lukitasari, Saat Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Lelaki yang disapa Mbah Guru Matematika ini diketahui bernama lengkap Melan Achmad. Ia lahir pada 11 Oktober 1945 dan merupakan lulusan Didaktik Kurikulum Taman Siswa, Yogyakarta, pada tahun 1981.

Mbah Melan lulus double degree, yakni Matematika dan Didaktik Kurikulum Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Pak Melan memiliki keluarga yang selalu mendukung apapun yang membuat Pak Melan bahagia dan bangga dengan dedikasinya dalam dunia pendidikan.

Bahkan menantu Pak Melan, Mei Karina, adalah orang yang menyarankan agar ia mengajar melalui live TikTok karena lebih simpel dan mudah dilakukan.

Pengalamannya sebagai guru matematika selama puluhan tahun menjadi modal utama Pak Melan untuk berbagi ilmu, dengan gaya humoris dan penjelasan yang mudah dipahami, sehingga banyak orang tertarik mengikuti live TikToknya.

Dapatkan info langsung Pojoksatu.id ke WhatsApp Anda: [Pojoksatu.id Edukasi]

Keikhlasan Pak Melan dalam mengajar juga cukup menarik perhatian banyak orang, bahkan pengikutnya sering memberikan hadiah saat live.

Warganet juga banyak warganet yang merasa terbantu dengan siaran Pak Melan, seperti terlihat dari ribuan komentar positif yang mengalir.

Banyak dari mereka yang memamerkan prestasinya setelah mengikuti siaran pengajaran Pak Melan dan berdoa agar beliau senantiasa diberi kesehatan.

Share peliputan kegiatan pendidikan, silahkan follow [Edugov]

Satu-satunya yang menjadi keinginan Pak Melan adalah melanjutkan pengabdiannya sebagai guru dan melihat generasi muda sukses.

"Saya ingin anak-anak Indonesia memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni dan dapat membangun bangsa ini dengan lebih baik," ungkapnya. ***