POJOKSATU.id - Kalau kamu sedang bersiap menghadapi ujian TOEFL, jangan asal belajar. Tes ini bukan sekadar menguji kemampuan bahasa Inggris, tapi juga strategi dan ketahanan konsentrasi selama berjam-jam.

Karena itu, belajar dari sumber yang tepat bisa jadi kunci suksesmu untuk lolos dalam sekali coba.

TOEFL sendiri terdiri dari beberapa jenis tes dengan format dan penilaian berbeda. Supaya tidak salah pilih, yuk pahami dulu perbedaannya sebelum menentukan strategi belajar yang tepat.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Alquran, SNQ Privat Class Garut: Biaya Efisien, Siap Cetak Generasi Qurani

Jenis-Jenis TOEFL yang Perlu Kamu Tahu

1. TOEFL Paper-Based Test (PBT)

Jenis ini termasuk paling klasik dan masih sering digunakan di lembaga pendidikan atau kursus di Indonesia.

Tes dilakukan menggunakan lembar jawaban dan pensil, dengan waktu pengerjaan sekitar tiga jam.

Aspek yang diuji mencakup listening, structure and written expression, reading comprehension, dan writing.

Baca Juga: Kampus Polstat STIS Miliki Lokasi Baru di Gunung Sindur, Begini Fasilitas Lengkapnya

Setelah diperiksa, hasilnya akan dikonversi menjadi skor akhir yang menentukan kemampuan bahasa Inggrismu.

2. TOEFL Internet-Based Test (iBT)

Sejak 2005, format iBT menjadi yang paling populer dan diakui secara internasional.

Tes ini dilakukan secara online melalui komputer dan menilai empat kemampuan utama: listening, reading, writing, dan speaking.

Durasi ujian bisa mencapai empat jam, jadi penting banget untuk menjaga kondisi fisik dan fokus sebelum ujian.

3. TOEFL Computer-Based Test (CBT)

CBT merupakan versi transisi antara PBT dan iBT. Tes ini dilakukan menggunakan komputer, tapi dengan sistem penilaian yang mirip dengan PBT.

Karena sudah tergantikan oleh format iBT, jenis ini kini jarang ditemukan di Indonesia.

4. TOEFL Institutional Testing Program (ITP)

Jenis ini paling banyak digunakan di Asia, termasuk Indonesia. Biasanya menjadi syarat kelulusan kuliah, pendaftaran beasiswa, atau melamar pekerjaan.

Namun, hasilnya tidak diakui secara internasional.

Baca Juga: Guru SMAN 1 Cikampek Raih Penghargaan Parasamya Susastra Suratma Nugraha 2025

Aspek yang diuji hanya kemampuan pasif, seperti listening comprehension, structure and written expression, serta reading.

5. Channel YouTube Terbaik untuk Belajar TOEFL

Kalau kamu ingin belajar TOEFL secara mandiri tapi tetap efektif, coba deh tonton lima channel YouTube ini. Gratis, mudah diakses, dan pembahasannya lengkap!

1. Dunia TOEFL

Channel ini cocok banget buat pemula. Setiap video membahas contoh soal dan kunci jawabannya secara rinci.

Penjelasannya sederhana, jadi kamu bisa langsung paham pola soal dan cara menjawabnya.

2. Rifathi

Rifathi menyajikan materi TOEFL dengan detail dan sistematis.

Setiap topik dijelaskan langkah demi langkah, sehingga kamu bisa memahami struktur soal sekaligus strategi menjawabnya.

3. Yanto Tanjung

Channel ini sering direkomendasikan karena pembahasannya lengkap dan mudah diikuti.

Pak Yanto Tanjung juga menjelaskan cara berpikir logis saat menghadapi soal TOEFL, bukan hanya sekadar hafalan.

4. ANDALIMANBOOKS TV

Kalau kamu ingin fokus pada bagian Structure dan Written Expression, channel ini wajib ditonton.

Selain tips menjawab soal, kamu juga akan direkomendasikan berbagai buku latihan TOEFL yang berkualitas.

5. English Class 101

Channel internasional ini punya konten lengkap tentang reading, listening, writing, hingga speaking.

Pembawaan pengajarnya santai dan menarik, cocok untuk kamu yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sehari-hari sekaligus menghadapi TOEFL.

Dengan memanfaatkan lima channel di atas, kamu bisa belajar TOEFL kapan pun dan di mana pun.

Kuncinya, tetap disiplin dan konsisten. Ingat, keberhasilan bukan hanya soal pintar, tapi juga soal persiapan yang matang. ***